PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menaikkan investasi tahun depan sebesar 4,18% dari tahun ini. Pertimbangannya adalah target produksi minyak dan gas bumi (migas) yang meningkat untuk tahun depan.

Direktur Utama PHE Meidawati mengatakan tahun depan investasi sebesar US$ 448 juta atau sekitar Rp 6,5 triliun. Adapun, tahun ini hanya US$ 430 juta.

Sedangkan target produksi tahun depan adalah 79 ribu barel per hari untuk minyak dan 804 MMscfd untuk gas. Target produksi migas PHE tahun ini hanya sebesar 70 ribu bph untuk minyak dan gas sebesar 771 mmscfd.

Untuk mengejar target produksi, Pertamina Hulu Energi akan melakukan berbagai upaya seperti pengeboran sumur. "Rencana tahun 2019 adalah mengebor 13 sumur eksplorasi dan 45 sumur pengembangan," kata dia kepada Katadata.co.id, beberapa hari lalu.

Sementara itu, sejak Januari hingga November 2018, realisasi produksi PHE sudah mencapai 68 ribu bph untuk minyak, ini masih di bawah target 70 ribu bph. Sementara produksi gasnya sudah 792 mmscfd, atau sudah melampaui target sebesar 771 mmscfd.

Meidawati pun belum mau memerinci proyeksi capaian produksi migas PHE hingga akhir tahun ini karena belum mencapai akhir tahun. "Saat ini masih November, artinya satu bulan lagi," kata dia.

(Baca: Pertamina Hulu Energi Buka Tender Rig untuk Blok NSO)

Seperti diketahui, Pertamina Hulu Energi memiliki beberapa blok migas. Di antaranya, Blok Southeast Sumatra (SES), Blok Offshore North West Java (ONWJ), Blok North Sumatra Offshore (NSO), Blok North Sumatra B (NSB), dan beberapa blok lainnya.