Freeport PHK Karyawan dan Tunda Ekspansi karena Pandemi Corona

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Ilustrasi, tambang terbuka PT Freeport Indonesia di Timika, Papua. Freeport McMoran Inc. menyatakan bakal memangkas biaya hingga 18% dari anggaran tahun ini atau setara Rp 20,2 triliun karena harga komoditas anjlok terdampak pandemi corona.
27/4/2020, 15.36 WIB

Di sisi lain, Freeport memutuskan menunda pembayaran dividen secara kuartalan karena penyebaran Covid-19. Selain itu, kurang dari 50 pekerjanya di Meksiko terinfeksi virus corona padahal perusahaan telah menutup pertambangan tersebut.

Biarpun begitu, operasi Freeport di Indonesia tidak terdampak pandemi corona. Perusahaan menyatakan suplai makanan dan kebutuhan lainnya untuk operasi tambang Grasberg di Papua tetap terjaga.

Juru Bicara Freeport Indonesia Riza Pratama juga menyatakan operasional Freeport Indonesia berjalan dengan normal. "Sejauh ini tidak berdampak pada operasi tambang bawah tanah. Pengapalan juga masih normal," ujar Riza ke Katadata.co.id pada Kamis (9/4).

Biarpun begitu, dia menyatakan, penyebaran Covid-19 telah berpengaruh pada harga komoditas. Oleh karena itu, pihaknya terus memantau biaya-biaya yang tidak esensial.

(Baca: Freeport Dapat Pinjaman Rp 38 Triliun dari 9 Bank untuk Bangun Smelter)

Halaman: