PLN Pasok Listrik Tahap I 30 MVA di KEK Gresik

ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/aww.
PLN
Penulis: Lavinda
20/9/2023, 18.40 WIB

PT PLN (Persero) memasok kebutuhan listrik PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) melalui pengoperasian tahap I daya 30 mega volt ampere (MVA) di Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Gresik, Jawa Timur.

BMKS merupakan anak usaha PT AKR Corporindo Tbk yang bergerak di bidang pengembangan dan pengelolaan kawasan terintegrasi Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE).

Sebelumnya, PLN menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dan berkomitmen memenuhi kebutuhan daya hingga 170 MVA pada 2025, serta potensi penambahan daya dari tenant lainnya sebesar 190 MVA.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur Agus Kuswardoyo menyatakan pengoperasian tahap I telah sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan, yakni pada September 2023.  Listrik PLN dipasok dari Gardu Induk Bungah.

“KEK Gresik ini merupakan kawasan industri yang strategis, sehingga pasokan listrik perlu diperhatikan betul. Upaya-upaya penguatan sistem kelistrikan untuk konsumen tegangan tinggi ini akan menimalisir gangguan dan padam tidak terencana," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Rabu (20/9).

Agus berharap pengoperasian listrik PLN dapat mendukung amanat pembangunan nasional untuk mewujudkan pengembangan kawasan industri dan perekonomian nasional.

Selanjutnya, PLN Grup Jawa Timur akan mempercepat pembangunan SKTT dan SUTT 150 KV, sehingga GI Bungah akan tersambung langsung dengan tegangan tinggi Gardu Induk lainnya yang akan meningkatkan keandalan pasokan.

BKMS merupakan anak usaha PT AKR Corporindo Tbk yang bergerak di bidang pengembangan dan pengelolaan kawasan terintegrasi JIIPE (Java Integrated Industrial and Port Estate) di Gresik Jawa Timur. Terhitung sejak tanggal 19 September 2023, PT BKMS resmi menjadi konsumen pasang baru Konsumen Tegangan Tinggi (KTT) tahap pertama.

Total kebutuhan listrik yang direncanakan sebesar 360 MVA terbagi untuk PT Freeport Indonesia sebesar 170 MVA, PT Xinyi Glass sebesar 30 MVA dan PT Hailian Nova Material Indonesia sebesar 160 MVA.

Reporter: Antara