Sebuah serangan menghantam fasilitas minyak di selatan Teheran. Mengutip Associated Press, ini adalah pertama kalinya fasilitas industri sipil menjadi sasaran dalam perang tersebut.

Sementara itu, negara-negara Teluk mengatakan, mereka mencegat lebih banyak rudal dan drone Iran yang menuju wilayah udara mereka.

Iran pada Sabtu (7/3) mengatakan telah menyerang pangkalan udara AS di Uni Emirat Arab, tak lama setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan negaranya akan berhenti menyerang negara-negara Teluk. Kantor berita Tasnim Iran mengatakan unit drone angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam menyerang pangkalan udara Al Dhafra di selatan Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab.

Kementerian Pertahanan UEA mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa mereka mendeteksi 121 pesawat tanpa awak pada hari Sabtu dan mencegat 119 di antaranya, tetapi dua jatuh di wilayah UEA.

Ali Larijani, seorang pejabat keamanan senior Iran, mengatakan bahwa tidak menyambut perang ini, tetapi para agresor harus dihukum.” Ia juga menyerukan persatuan di antara para pejabat Iran

Pernyataan Larijani ini menyusul pernyataan permintaan maaf dari Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Sabtu (7/3), di mana ia mengatakan negaranya tidak bermaksud menyerang negara lain.

“Kami tidak bermaksud menyerang negara lain. Mari kita kesampingkan semua perbedaan pendapat, kekhawatiran, dan kebencian yang kita miliki satu sama lain. Hari ini, mari kita pertahankan tanah air kita sendiri untuk membawa Iran keluar dari krisis ini dengan bermartabat.”

Namun, menanggapi tuntutan penyerahan diri, Pezeshkian, melalui saluran media sosial Telegram milik kantor berita nasional Iran mengatakan AS dapat membawa mimpinya itu ke liang kubur.

"Kami tidak akan menyerah tanpa syarat.” ujrnya setelah Trump menuntut “penyerahan diri tanpa syarat” dari Iran.

Trump menindaklanjuti tuntutannya pada Sabtu pagi dengan mengejek Iran melalui unggahan di akun Truth Social miliknya: "Iran, yang sedang dipukuli habis-habisan, telah meminta maaf dan menyerah kepada negara-negara tetangganya di Timur Tengah, dan berjanji bahwa mereka tidak akan menembaki mereka lagi. Hari ini Iran akan dihantam dengan sangat keras!"

Permintaan maaf Pezeshkian juga memicu penolakan dari kelompok garis keras di Garda Revolusi Iran dan elit ulama. Dalam salah satu kritik paling terbuka terhadap Pezeshkian, ulama garis keras dan anggota parlemen Hamid Rasai menyampaikan kritik kepada presiden di media sosial. “Sikap Anda tidak profesional, lemah, dan tidak dapat diterima," kata Rasai.

Kawasan Teluk dalam Ancaman

Negara-negara di Teluk meluncurkan pertahanan udara untuk menangkis serangan Iran, yang sebagian besar berupa drone satu arah seperti Shahed. 

Iran telah menargetkan beberapa radar dan pertahanan udara di Timur Tengah — di Qatar, Uni Emirat Arab, Yordania, Bahrain, Kuwait, dan Arab Saudi — sebagai balasan atas serangan AS dan Israel, demikian laporan The Wall Street Journal, mengutip pejabat AS, analis militer, dan citra satelit yang tersedia secara komersial.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengatakan telah mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik yang diluncurkan ke arah Pangkalan Udara Pangeran Sultan, sebuah pangkalan Angkatan Udara Ekspedisi Amerika Serikat yang aktif di Arab Saudi. Negara itu mencegat sembilan dari 10 drone Iran yang diluncurkan ke arahnya pada hari Jumat.

Arab Saudi telah mengatakan kepada pejabat Iran bahwa meskipun mereka mendukung penyelesaian diplomatik untuk konflik Iran dengan AS, serangan berkelanjutan terhadap kerajaan dan sektor energinya dapat mendorong Riyadh untuk membalas dengan cara yang sama. Laporan Reuters menyebut, pesan itu disampaikan sebelum Pezeshkian menyampaikan permintaan maafnya.

Di tempat lain, kota terbesar UEA, Dubai, mengeluarkan peringatan yang mendesak penduduk untuk segera mencari perlindungan di gedung-gedung yang aman dan menjauhi jendela, pintu, dan area terbuka.

Di Dubai, beberapa ledakan terdengar pada Sabtu pagi dan pemerintah mengatakan telah mengaktifkan pertahanan udara. Penumpang yang menunggu penerbangan di Bandara Internasional Dubai diarahkan ke terowongan kereta api.

Pertempuran tersebut telah menewaskan sedikitnya 1.230 orang di Iran, lebih dari 290 di Lebanon, dan 11 di Israel. Enam tentara AS telah tewas.

Lalu lintas di Selat Hormuz melambat hingga hampir berhenti

Sementara itu, lalu lintas hampir tidak ada di Selat Hormuz karena kapal tanker minyak tetap khawatir kapal mereka akan terjebak dalam baku tembak perang.

Data dari Pusat Informasi Maritim mengungkapkan bahwa jumlah kapal yang melintas melalui Selat setiap hari telah turun menjadi angka tunggal. Hanya empat transit komersial yang dikonfirmasi dalam 24 jam terakhir, menurut data tersebut.

Larijani dari Iran mengatakan bahwa meskipun Iran belum menutup Selat Hormuz, Selat tersebut secara efektif tertutup karena perang.

Kuwait, produsen minyak terbesar kelima di OPEC, mengatakan pihaknya mengurangi produksi minyak karena ancaman Iran terhadap jalur aman kapal melalui Selat Hormuz.

Gangguan perang yang meningkat terhadap pasokan bahan bakar global telah menyebabkan harga minyak mentah AS meroket, mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam sejarah perdagangan berjangka. Minyak mentah West Texas Intermediate AS melonjak 35,63% untuk kenaikan mingguan terbesar dalam sejarah kontrak berjangka sejak tahun 1983. Minyak mentah Brent, patokan global, melonjak sekitar 28% untuk kenaikan mingguan terbesar sejak April 2020.

Harga minyak mentah AS telah naik hampir 60% sejak awal tahun ini.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.