Iran Susun Tarif Baru Bagi Kapal yang Lewati Selat Hormuz, Trump Beri Peringatan
Iran tengah menyusun mekanisme untuk mengatur lalu lintas maritim melalui rute yang ditentukan di Selat Hormuz dan akan mengenakan biaya ‘untuk layanan khusus’. Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi peringatan Iran untuk segera menyepakati negosiasi.
Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, mengatakan hanya kapal komersial dan pihak-pihak yang bekerja sama dengan Iran yang akan mendapat manfaat dari skema baru biaya itu.
Azizi menambahkan bahwa Teheran akan segera mengungkap rencana tersebut. “Rute ini akan tetap ditutup bagi operator yang disebut 'proyek kebebasan',” kata dia melalui X pada Sabtu (16/5), dikutip dari Anadolu, Minggu (17/5).
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran harus segera menyepakati negosiasi mengenai program nuklir dan konflik yang sedang berlangsung.
Dalam wawancara telepon dengan stasiun televisi Prancis BFMTV pada Sabtu (16/5) waktu setempat, Trump mengatakan dia tidak yakin apakah kesepakatan akan segera tercapai.
“Saya tidak tahu. Jika mereka tidak melakukannya, mereka akan mengalami masa yang sangat sulit. Mereka memiliki kepentingan untuk mencapai kesepakatan,” kata presiden Amerika kepada koresponden BFMTV di AS.
Menurut beberapa laporan media, Trump diperkirakan memutuskan dalam beberapa jam mendatang, apakah akan melanjutkan serangan terhadap rezim Iran atau tidak. Sebab, pembicaraan yang bertujuan mengakhiri konflik dan mengatasi program nuklir Iran sejauh ini gagal membuahkan hasil.
AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu serangan balasan oleh Teheran terhadap Israel dan sekutu AS di negara-negara Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng.
Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu sambil tetap memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang berlayar ke atau dari pelabuhan Iran melalui jalur air strategis tersebut.
Sejak 13 April, AS telah memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di Selat Hormu.
Presiden AS Donald Trump juga mengumumkan ‘Proyek Kebebasan’ pada awal Mei, berjanji untuk mengawal kapal-kapal melalui Selat Hormuz meskipun Iran bersikeras bahwa setiap transit melalui jalur air penting tersebut memerlukan persetujuan terlebih dahulu. Namun, ia kemudian mengumumkan penangguhan inisiatif itu.