Survei Populi Center, Elektabilitas Jokowi dan Prabowo Kompak Turun

ANTARA FOTO/Wira Suryantala
Presiden Joko Widodo mendapat cindera mata dari Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia Prabowo Subianto di Denpasar, Bali, Kamis (8/12/2016).
Penulis: Dimas Jarot Bayu
Editor: Yuliawati
28/2/2018, 18.40 WIB

"Di sisi lain ada tren penurunan dari tren elektabilitas Prabowo," kata Hartanto.

Menurut Hartanto, terjadinya tren penurunan ini karena semakin banyak responden yang tidak memutuskan pilihannya terhadap capres di Pilpres 2019. Berdasarkan survei Populi Center, jumlah responden yang menjawab tidak tahu atau tidak jawab meningkat dari 20,5% pada Desember 2017 menjadi 25,5% pada Februari 2018.

"Hal ini juga mungkin bisa dilihat dari tingginya responden yang menjawab tidak tahu," kata Hartanto.

(Baca juga: Survei SMRC: Belum Ada Lawan Kuat, Elektabilitas Jokowi Terus Naik)

Meski demikian, elektabilitas Jokowi dan Prabowo masih jauh mengungguli perolehan suara sosok lainnya. Elektabilitas Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat ini sebesar 0,9%.

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dan Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat ini memiliki elektabilitas sebesar 0,7%. Sementara, elektabilitas Wakil Presiden Jusuf Kalla sebesar 0,5%.

Sebelumnya lembaga survei Median juga menyebutkan elektabilitas Jokowi dan Prabowo turun. Dalam survei Median yang berlangsung 1-9 Februari 2018, elektabilitas Jokowi sebesar 35%. Padahal pada survei di Oktober 2017, tingkat keterpilihan Jokowi 36,2% responden. Sementara elektabilitas Prabowo sebesar 21,2% atau turun dibandingkan survei Oktober 2017 di mana elektabilitas Prabowo 36,2%.

Halaman: