Top News: Pendiri Efishery Bantah Gelapkan Dana dan Prabowo Tunjuk Bos Danantara
Berikut adalah rangkuman berita bisnis dan investasi terpopuler kemarin yang sayang untuk dilewatkan. Deretan tokoh penting seperti Haji Isam dan perwakilan Sinar Mas turut hadir dalam peluncuran Danantara, perusahaan yang kini dipimpin oleh tiga tokoh baru pilihan Prabowo Subianto. Di sisi lain, pendiri eFishery, Gibran, membantah tudingan penggelapan dana perusahaan yang tengah ramai diperbincangkan.
Selain itu, investor juga terpantau aktif mengakumulasi saham AKR Corporindo (AKRA) menjelang pembagian dividen. Aksi korporasi juga datang dari emiten DCII milik Toto Sugiri yang berencana melakukan stock split. Permohonan restu telah diajukan ke Bursa Efek Indonesia (BEI).
Lebih lanjut, rangkuman ini akan mengulas lebih dalam mengenai detail peluncuran Danantara dan prospek investasinya. Kita juga akan membahas bantahan Gibran terkait isu eFishery, strategi borong saham AKRA, dan rencana stock split DCII. Inilah lima berita yang paling banyak diakses kemarin.
Deret Konglomerat Hadiri Peluncuran Danantara, Haji Isam hingga Bos Sinar Mas
Presiden RI Prabowo Subianto resmi meluncurkan Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) di Jakarta, dengan dihadiri sejumlah konglomerat terkemuka seperti Chairul Tanjung, Franky Oesman Widjaja, dan Haji Isam. Selain itu, hadir pula Anindya Bakrie dan Garibaldi Thohir, menunjukkan dukungan kuat dari kalangan pengusaha nasional terhadap inisiatif strategis ini.
Prabowo secara khusus menyebut nama-nama tokoh pengusaha ini dalam pidatonya saat peluncuran Danantara, menegaskan pentingnya peran sektor swasta dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
FTSE Russell memproyeksikan Danantara berpotensi menjadi salah satu SWF terbesar di dunia, bahkan melampaui GIC milik Singapura, dengan potensi kelolaan aset mencapai US$ 900 miliar. Keberadaan Danantara diharapkan dapat memberikan dampak positif pada pasar investasi Indonesia dan memperkuat posisi investasi di pasar global, menarik minat investor domestik dan asing.
Dengan estimasi dana yang disiapkan, Danantara diprediksi menduduki peringkat ketujuh di dunia dalam hal nilai kelolaan aset. Tertarik mengetahui lebih lanjut bagaimana Danantara akan mengubah lanskap investasi Indonesia dan dampaknya bagi perekonomian global? Simak artikel selengkapnya untuk mendapatkan wawasan mendalam!. Klik berita ini untuk membaca kelanjutannya
Pendiri eFishery Gibran Bantah Gelapkan Dana Perusahaan
eFishery, perusahaan unicorn perikanan, tengah menghadapi investigasi terkait dugaan kecurangan yang melibatkan pendirinya, Gibran Huzaifah, dan CPO Chrisna Aditya. Hal ini menyebabkan penangguhan jabatan keduanya dan penunjukan manajemen interim dari FTI Consulting, di mana Adhy Wibisono sempat menjabat sebagai CEO interim sebelum digantikan oleh Martin Wong.
Gibran membantah tuduhan penggelapan dana dan manipulasi laporan keuangan, yang dilaporkan mencapai ratusan juta dolar AS berdasarkan laporan sementara FTI Consulting.
Laporan sementara FTI Consulting mengungkap dugaan manipulasi laporan keuangan, termasuk pembuatan dua pembukuan akuntansi sejak 2018, pendirian perusahaan fiktif untuk transfer dana, dan pemalsuan data jumlah mitra pembudidaya ikan.
Pihak kepolisian juga menerima laporan terkait petinggi eFishery berinisial G dan C, yang sedang dalam tahap penyelidikan dan penyidikan. Lalu, siapa sebenarnya inisial A yang dilaporkan ke kepolisian dan apa keterlibatannya dalam kasus ini? Baca berita selengkapnya
10 Fakta Danantara: Prabowo Tunjuk 3 Bos Baru, Ini Struktur dan Kans Investasi
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Badan Pelaksana Investasi Dana Anagata Nusantara (BP Danantara), menandai era baru dalam pengelolaan investasi strategis negara. Dana yang dikelola, diproyeksikan mencapai lebih dari 900 miliar dolar AS, akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek berkelanjutan di berbagai sektor penting. Struktur Danantara terdiri dari Dewan Pengawas, Badan Pelaksana, dan Dewan Penasihat, dengan tujuan meningkatkan perekonomian Indonesia melalui investasi yang berkelanjutan dan inklusif.
Setelah peresmian, terjadi pergantian pimpinan, dengan Rosan Perkasa Roeslani menggantikan Muliaman Hadad sebagai Kepala Danantara. Danantara akan mengelola dua holding besar, Holding Investasi yang dipimpin Pandu Sjahrir dan Holding Operasional yang dikelola Dony Oskaria, dengan fokus pada pengelolaan investasi dan operasional BUMN. Dengan modal awal yang signifikan dan wewenang yang luas, Danantara diharapkan dapat menjadi salah satu sovereign wealth fund terbesar di dunia. Tapi, mampukah Danantara mewujudkan visi besar ini? Mari kita telaah lebih dalam tentang bagaimana operasional badan ini nantinya.. Simak berita selengkapnya
Mengintip Aksi Borong Saham AKR Corporindo (AKRA) dan Prospek Jelang Dividen
AKR Corporindo (AKRA) menunjukkan performa positif di pasar saham menjelang pembagian dividen, terutama setelah masuk dalam Indeks High Dividend 20 (IDXHIDIV20) BEI. Meskipun laba bersih dan pendapatan AKRA mengalami penurunan pada kuartal ketiga 2024, perusahaan tetap aktif membagikan dividen, termasuk dividen interim sebesar Rp 50 per saham pada Agustus 2024. Saham AKRA terpantau terkoreksi namun secara mingguan dan year-to-date menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.
Pengendali AKRA, PT Arthakencana Rayatama dan Presiden Komisaris Soegiarto Adikoesoemo, aktif menambah kepemilikan saham mereka di perusahaan. Aksi ini menunjukkan keyakinan terhadap prospek AKRA, dengan pembelian saham dilakukan secara bertahap pada rentang harga tertentu. Hal ini berpotensi memberikan sentimen positif bagi investor terhadap pergerakan saham AKRA ke depan.Apakah pembelian saham besar-besaran oleh pengendali dan petinggi perusahaan ini sinyal positif bagi investor ritel? Temukan jawabannya dengan membaca artikel selengkapnya!. [Baca berita](https://katadata.co.id/finansial/korporasi/67bbe2698c3a4/mengintip-aksi-borong-saham-akr-corporindo-akra-dan-prospek-jelang-dividen) selanjutnya
Emiten Crazy Rich Toto Sugiri DCII Pastikan Rencana Stock Split, Minta Restu BEI
PT DCI Indonesia Tbk (DCII), perusahaan milik Otto Toto Sugiri, sedang mempersiapkan pemecahan saham (stock split) dan telah mengajukan permohonan persetujuan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19 Februari 2025. Rencana ini diperkirakan akan berlangsung dalam tiga bulan mendatang, dan disampaikan setelah harga saham DCII melonjak hingga menembus Rp 80.650 per saham. Harga tersebut menjadikan saham DCII sebagai yang termahal di pasar modal Indonesia.
Meskipun harga saham DCII mengalami lonjakan yang signifikan, pengendali dan pemegang saham utama, termasuk Otto Toto Sugiri, Anthoni Salim, Marina Budiman, dan Han Arming Hanafia, tidak berencana untuk melakukan tindakan terkait kepemilikan saham mereka. BEI bahkan memberikan status UMA (Unusual Market Activity) kepada saham DCII sebagai bentuk pengawasan pasar modal. Lalu, apa langkah selanjutnya yang akan diambil oleh DCI Indonesia setelah stock split ini? Klik link berita berikut untuk membaca kelanjutannya