Antisipasi Kelangkaan, Pupuk Indonesia Tawarkan Pupuk Non-Subsidi

ANTARA FOTO/Siswowidodo/nz
Ilustrasi, petani memupuk tanaman padi. PT Pupuk Indonesia melalui anak usahanya PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menawarkan urea non-subsidi bagi petani yang belum atau tidak masuk sistem e-RDKK.
Penulis: Ihya Ulum Aldin
20/7/2020, 19.37 WIB

Pupuk Kaltim menyiapkan minimal 500 Kg urea non-subsidi bermerek 'Daun Buah" di tiap kios distribusinya. Harapannya, ketersediaan pupuk urea ini mampu membantu petani mencukup kebutuhan pupuk saat musim tanam.

Menurut Eddy, kandungan dan unsur produk non-subsidi tidak kalah dengan urea subsidi, dengan pemakaian yang lebih hemat. Ia menjelaskan, bahwa dalam pupuk non-subsidi tersebut terdapat kandungan nitrogen urea, untuk membantu mempercepat pertumbuhan tanaman.

Produk ini telah diujikan pada beberapa komoditas di berbagai daerah di Indonesia melalui Demonstration Plot (Demplot) pola pemupukan berimbang Pupuk Kaltim.

"Jadi petani tidak perlu khawatir dengan urea non-subsidi dari Pupuk Kaltim karena kualitasnya sangat baik," ujarnya.

Meski demikian, Eddy mengatakan bahwa salah satu faktor peningkatan produktivitas tidak hanya dari penggunaan pupuk, tapi juga metode pengelolaan lahan, pemilihan benih, hingga pola waktu pemberian pestisida yang tepat.

Halaman:
Reporter: Ihya Ulum Aldin