Pasien Isoman Bisa Dapat Obat Gratis di Good Doctor dan Halodoc

ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/rwa.
Dua warga positif COVID-19 berada di depan rumahnya di Desa Penusupan, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (27/3/2021). Sebanyak 21 warga Desa Penusupan terkonfimasi positif COVID-19, satu warga meninggal positif COVID-19 dan 36 warga menunggu hasil tes usap PCR pasca menghadiri senam massal dan piknik di Purbalingga.
7/7/2021, 12.54 WIB

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggandeng 11 platform telemedicine untuk menyediakan layanan konsultasi dan obat gratis bagi pasien positif Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman). Masuk dalam 11 platform, saat ini Good Doctor dan Halodoc sudah bisa diakses oleh pasien, begitu juga dengan tenaga kesehatan dan ketersediaan obat sudah disiapkan.

Head of Medical Management Good Doctor Adhiatma Gunawan mengatakan, usai ditunjuk Kemenkes, perusahaan langsung menyiapkan sumber daya yang dimiliki untuk memberikan layanan optimal. Saat ini Good Doctor mempunyai ribuan dokter dan bekerja sama dengan 2.000 apotek

"Dari sumber daya dokter, obat dan lainnya sudah siap," katanya kepada Katadata.co.id, Rabu (7/7).

Sejak kemarin (6/7) layanan khusus itu mulai diuji coba, sudah ada beberapa pasien isoman yang mendaftar. Selain itu, platform juga menyiapkan laman khusus yang bisa diakses untuk pasien isoman tersebut.

"Standar sesuai aturan Kemenkes kami ikuti, dan masyarakat sudah bisa lihat," ujarnya.

VP Government Relations dan Corporate Affairs Halodoc Adeline Hindarto mengatakan pihaknya mendukung upaya Kemenkes terkait kehadiran telemedicine. "Kami  saat ini tengah berkoordinasi erat dengan Kemenkes untuk memastikan program dapat berjalan sebagaimana mestinya," ujarnya kepada Katadata.co.id, Selasa (6/7).

Layanan gratis telemedicine saat ini hanya tersedia di Jakarta. Berdasarkan petunjuk dari Kemenkes, pasien isoman bisa menggunakan layanan tersebut asalkan sudah melakukan tes PCR atau swab antigen di laboratorium yang terafiliasi dengan Kemenkes.

Nantinya, hasil tes positif dan lab akan masuk ke dalam database kasus positif Covid-19 di Kemenkes. Untuk selanjutnya, pasien akan menerima pesan melalui Whatsapp secara otomatis. 

Pesan tersebut berisi link 11 platform telemedicine yang menyediakan layanan gratis. Platform itu meliputi Alodokter, Getwell, Good Doctor, Halodoc, KlikDokter, KlinikGo, Link Sehat, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, dan YesDok.

Selain informasi link, pasien akan mendapat voucer untuk mengakses layanan telemedicine secara gratis. Meskipun begitu, setiap platform memiliki cara berbeda untuk pasien bisa mendapatkan layanan gratis.

Untuk Good Doctor, pasien isoman harus mengunduh aplikasi di Google Play Store ataupun di App Store. Kemudian, setelah masuk ke aplikasi, di halaman utama terdapat banner yang berisikan informasi layanan konsultasi dan obat gratis hasil kerja sama dengan Kemenkes.

Setelah meng-klik banner, pasien isoman akan diarahkan pada halaman khusus. Selanjutnya, terdapat pilihan untuk meng-klik layanan konsultasi dengan dokter dari Good Doctor. Selanjutnya pasien diarahkan untuk berkonsultasi dengan sejumlah dokter sesuai wilayah pasien. Usai memilih dokter, pasien isoman bisa berkonsultasi secara gratis melalui pesan WhatsApp. 

Setelah melakukan konsultasi, dokter akan memberikan resep digital sesuai dengan kondisi pasien. Jika pasien masuk dalam kategori yang dapat melakukan isoman, obat dapat ditebus gratis.

Untuk menebus resep obat gratis dari Kemenkes, pasien harus mengirim pesan WhatsApp ke salah satu gerai apotek Kimia Farma.

Obat akan diberikan berdasarkan gejala yang dialami pasien Covid-19. Untuk pasien orang tanpa gejala (OTG) akan mendapatkan multivitamin C, D, E, dan Zinc dengan 1x1 dosis. 

Untuk pasien dengan gejala ringan akan mendapatkan multivitamin C, B, E, dan Zinc dengan dosis 1x1; Azitromisin 500 mg dengan dosis 1x1, Oseltamivir 75 mg dosis 2x1, dan Parasetamol Tab 500 mg jika perlu.

Untuk pengguna aplikasi Halodoc, pasien isoman bisa memilih menu Peduli Covid di halaman utama. Kemudian, pasien bisa memilih opsi konsultasi dokter, dilanjutkan dengan memilih dokter.

Pasien akan diarahkan untuk berkonsultasi dengan dokter melalui fitur chat. Sama seperti menggunakan Good Doctor, pasien juga bisa memberitahukan informasi pesan dari Kemenkes. Setelah konsultasi, langkah selanjutnya bisa menebus obat gratis, pasien harus mengirim pesan WhatsApp ke salah satu gerai apotek.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan layanan gratis ini diberikan agar pasien dengan gejala ringan dan orang tanpa gejala bisa mengakses pengobatan di rumah.

"(Pasien gejala ringan) agar tenang, stay at home dan juga mendapat pengobatan yang baik. Semua ini diberikan secara gratis," kata Budi dalam konferensi pers secara virtual, Senin (5/7).

Budi berharap pasien isolasi mandiri bisa mendapatkan layanan medis secara tepat waktu tanpa mengantre di rumah sakit. "Dengan demikian, layanan di rumah sakit prioritas untuk pasien dengan gejala berat dan kritis," katanya.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan