PLN Jamin Serap Listrik PSEL Selama 30 Tahun, Pengembang Diminta Tak Khawatir

KATADATA/AJENG DINAR ULFIANA
Gedung PLN Pusat di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.
16/7/2026, 16.50 WIB

Perusahaan listrik negara, PT PLN (Persero), menjamin akan menyerap seluruh listrik yang dihasilkan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) selama masa kontrak 30 tahun. Komitmen tersebut, menurut PLN, menjadi kepastian bagi para pengembang untuk berinvestasi di proyek PSEL.

Direktur Energi Baru Terbarukan PLN Suroso Isnandar mengatakan, PLN telah memiliki pengalaman menjalankan perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) jangka panjang untuk berbagai jenis pembangkit.

"Kami sudah memiliki PPA yang lebih dari 30 tahun. Jadi para mitra tidak perlu khawatir bahwa komitmen PLN selama 30 tahun akan terjaga dengan sangat baik," kata Suroso dalam Waste to Energy Talks 2026, Kamis (16/7).

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang penanganan sampah perkotaan melalui pengolahan sampah menjadi energi, PLN membeli listrik yang dihasilkan PSEL dengan tarif US$0,20 per kilowatt hour (kWh).

Suroso juga memastikan PLN tetap akan menyerap listrik dari PSEL meski produksinya berfluktuasi akibat perubahan volume maupun kualitas sampah yang diolah. "Berapa pun yang diproduksi pembangkit listrik tenaga sampah akan kami serap. Kami pastikan sistem kelistrikan tetap dapat mengakomodasi fluktuasi keluaran dari pembangkit," ujarnya.

Menurut dia, variasi pasokan dan kualitas sampah memang dapat memengaruhi produksi listrik. Namun, PLN telah memperhitungkan berbagai skenario operasi sehingga fluktuasi tersebut tidak akan mengganggu keandalan sistem kelistrikan.

"Worst case sudah kami lihat dan kami yakinkan itu bisa tertangani dengan baik," kata dia. 

Sejauh ini, Danantara telah menetapkan pengembang untuk 11 proyek PSEL di berbagai daerah. Seluruh proyek tersebut diperkirakan mampu mengolah 14.928 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik hingga 310,3 megawatt (MW).

Proyek PSEL di Denpasar sudah memulai pembangunan ditandai dengan seremonial groundbreaking pada 8 Juli 2026. Fasilitas tersebut dirancang mengolah 1.200-1.650 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik berkapasitas 30 MW.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas