Harga Saham Nyaris Gocap, PPRO Buka Peluang Buyback

Saham KATADATA | Arief Kamaludin
Saham KATADATA | Arief Kamaludin
21/1/2020, 09.30 WIB

Penurunan semakin drastis mulai November tahun lalu. Ini terjadi seiring semakin ramainya sorotan terhadap rugi investasi saham Jiwasraya, dan belakangan Asabri. Kedua perusahaan memang memegang saham PPRO yang terus meluncur turun.

Indaryanto menyatakan manajemen perusahaan tidak tahu-menahu penyebab jatuhnya harga saham. Ia pun menjelaskan, tugas manajemen adalah berupaya agar fundamental dan kinerja bisnis baik sehingga tiap tahun bisa membagi dividen kepada pemegang saham.

“Masalah saham dan sebagainya pasar yang berbicara. Kan tidak bisa menaikkan dan menurunkan pasar, itu kan mekanisme pasar,” ujarnya.

(Baca: Pacu Perdagangan Saham Pilihan, BEI Kaji Penghapusan Biaya Transaksi)

Terkait kerugian investasi saham Jiwasraya dan Asabri di PPRO, ia menegaskan bahwa manajemen juga tidak tahu-menahu. “Mereka pegang saham kami, itu di luar kuasa kami,” ujarnya. Saat ini, menurut dia, Jiwasraya memiliki 8% saham PPRO, sedangkan Asabri 5,3%.

Halaman: