Inflasi Agustus Rendah, Target Inflasi Akhir Tahun Tercapai

Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA | Arief Kamaludin
Penulis:
Editor: Arsip
1/9/2014, 16.28 WIB

"Kenaikan gas elpiji juga diprediksi hanya menyumbang inflasi 0,1 persen," kata Bambang.

Ekonom  Bank Tabungan Negara (BTN) Agustinus Prasetyantoko mengatakan rendahnya inflasi itu disebabkan pemerintah dinilai lebih siap dalam mengendalikan harga bahan makanan pokok. Selain itu, pola inflasi yang diprediksi rendah karena inflasi tinggi terjadi tahun lalu akibat kenaikan harga BBM. "Harga BBM tidak naik, sehingga otomatis inflasi rendah," ujar dia ketika dihubungi Katadata.

Menurut dia, pembatasan kuota BBM bersubsidi yang memicu antrean tidak berdampak besar terhadap inflasi karena pemerintah merespon dengan melakukan normalisasi. Yang perlu diwaspadai, lanjut dia, kenaikan tarif listrik 1 September ini, dan kemungkinan adanya kenaikan BBM. Jika tidak ada kenaikan BBM, Prasetyantoko menghitung inflasi tahun ini bisa di bawah 5 persen.

Dengan tingkat inflasi Agustus 0,47 persen, tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Agustus) 2014 sebesar 3,42 persen dan inflasi year on year sebesar 3,99 persen. 

BPS mencatat inflasi tertinggi pada Agustus disumbang oleh kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 1,58 persen. Selanjutnya, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,73 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain tarif listrik, ikan segar, uang sekolah TK, SD, SMP dan perguruan tinggi. Komoditas yang harganya turun yaitu bawang merah, tarif angkutan antar kota, tomat sayur, dan telepon seluler.

Halaman:
Reporter: Rikawati