Rupiah Perkasa ke 14.290/US$ Berkat Sinyal Positif dari Rusia-Ukraina

Adi Maulana Ibrahim |Katadata
Ilustrasi. Analis memperkirakan, rupiah berpotensi menguat ke kisaran Rp 14.300 per dolar AS.
Penulis: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
10/3/2022, 09.58 WIB

Selain terpengaruhi sinyal meredanya konflik di Ukraina, penurunan harga minyak kemarin juga terpengaruh langkah Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan akan memompa lebih banyak minyak ke pasar.

Selain dari eksternal, Ariston melihat, sentimen positif juga datang dari dalam negeri seiring langkah pemerintah melonggarkan pembatasan aktivitas ekonomi dan bersiap masuk ke fase endemi. Pemerintah sebelumnya telah menghapus kewajiban tes PCR dan antigen untuk perjalanan domestik.

Meski demikian, kenaikan indeks dolar AS bisa menjadi sentimen penekan ke rupiah. Penguatan dolar ini bisa disebabkan oleh rencana kenaikan suku bunga acuan AS yang akan diumumkan minggu depan. 

"Situasi perang mendorong kenaikan inflasi global dan juga di AS yang bisa memaksa The Fed menaikan suku bunga acuannya," kata Ariston.

Analis DC Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah akan stabil dengan kecenderungan menguat ke rentang Rp 14.300-14.400 per dolar AS. Ini didorong oleh kembalinya sentimen risk-on dan risk-appetite.

"Sentimen terhadap pergerakan rupiah hari ini masih dari eksternal, terutama perang di Ukraina yang menyebabkan penurunan tajam pada bursa dan penguatan dolar AS sebagai safe haven dinilai telah eksesif," kata Lukman kepada Katadata.co.id

Halaman:
Reporter: Abdul Azis Said