IHSG Hari Ini Berpotensi Menguat, Saham Infrastruktur Jadi Rekomendasi

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.
Petugas membersihkan lantai di depan layar indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/1/2022).
4/4/2022, 06.30 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berpotensi melanjutkan penguatan dan bergerak di level 6.940 - 7.099, Senin (4/4). Pekan lalu, IHSG ditutup menguat 0,10% di level 7.078,760.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan,hingga saat ini, pergerakan IHSG masih akan cenderung bergerak menguat terbatas. Namun, keseriusan kenaikan akan terlihat jika IHSG mampu ditutup di atas level tertingginya secara beruntun.

"Capital inflow yang masih mengalir deras masuk ke dalam pasar modal Indonesia juga turut menjadi penunjang bagi kenaikan IHSG," kata William dalam risetnya, dikutip Senin (4/4).

 Ia merekomendasikan investor untuk memantau saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), PT Astra Internasional Tbk (ASII), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, IHSG akan membentuk gelombang korektif ke 6.963 sebagai target berdasarkan level Fibonacci Retracement terdekat.

Adapun, titik resistance IHSG hari ini diperkirakan ada di posisi 7.100, 7.128 dan 7.188, sedangkan titik support ada di posisi 7.008, 6.978 dan 6.926.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali tumbuh karena peningkatan pembelian. Jika harga terus melemah, harga akan terus menurun untuk menemukan titik support baru.

Sedangkan, resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju pertumbuhan harga tertahan.

Ivan menyarankan untuk hold atau trading buy pada PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) di rentang harga 2.870-2.910. Ia menyebut, karena TBIG masih terkonsolidasi di atas Fibonacci Retracement 61.8% sebagai support, maka diperkirakan TBIG akan mulai membentuk wave [y] dari B ketika terjadi kenaikan di atas 3.000.

Kemudian, ia juga menyarankan untuk hold atau trading buy pada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di rentang harga 2.480-2.510. ANTM diperkirakan melanjutkan struktur wave [b] dengan kenaikan menuju 2.710 mengacu pada analisis Fibonacci.

Aksi hold atau trading buy juga direkomendasikan pada saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) di rentang harga 2.200-2.240, dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) di rentang harga 6.800-6.900.

Terakhir, Ivan merekomendasikan hold dengan target harga terdekat di 4.770 pada PT Telkom Indonesia (TLKM). Ia mengatakan, TLKM sedang terkonsolidasi dengan peluang naik kembali menuju target terdekat di 4.770 selama tidak ditutup di bawah 2.390.

Nilai penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) di BEI tercatat sebesar Rp 62,61 triliun pada 2021. Nilai ini mencatatkan rekor nilai tertinggi yang didapat lewat IPO sepanjang sejarah Bursa Efek Indonesia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi