Suntik Vaksinasi Covid-19, Mengenal Fobia Jarum dan Cara Mengatasinya

Hanna Farah Vania
20 Mei 2021, 08:00
Suntik Vaksinasi Covid-19, Mengenal Fobia Jarum dan Cara Mengatasinya
ANTARA FOTO/Fauzan/rwa.
Lansia berusia 102 tahun, Inna Wati yang menerima suntikan vaksin COVID-19 di Puskesmas Poris Plawad, Kota Tangerang, Banten, Minggu (11/4/2021). Salah satu warga lanjut usia tertua di Indonesia mengikuti vaksinasi COVID-19 dalam kondisi sehat dan berharap dapat memotivasi masyarakat untuk tidak takut mengikuti program vaksinasi COVID-19 yang dicanangkan pemerintah.

Berbagai negara telah melakukan vaksinasi Covid-19. Indonesia mulai melakukan program tersebut sejak pertengahan Januari tahun ini. Meski demikian, pemberian vaksin virus corona tidak selalu mudah. Salah satu penyebabnya lantaran ada orang yang takut atau fobia akan jarum suntik.

Seperti yang dialami Susanto. Lelaki 68 tahun ini mengaku takut disuntik karena mempunyai pengalaman yang tidak menyenangkan sewaktu kecil. Namun, pihak keluarga berupaya meyakinkannya untuk ikut vaksinasi Covid-19 secara drive thru yang dilaksanakan di Rumah Sakit Universitas Indonesia, Depok.

Pria lanjut usia itu bercerita dirinya tegang dan cemas selama proses antrian. Tekanan darahnya sempat meningkat. Namun, proses penyuntikan tidak seseram yang dibayangkan. “Ternyata tidak sakit,” katanya.

Proses vaksinasi tahap kedua pun berjalan dengan lancar karena suasana sudah lebih rileks. Susanto satu dari sasaran vaksinasi sebanyak 181,5 juta jiwa dan 40,3 juta jiwa (tenaga kesehatan, petugas publik, dan lansia). 

Fobia terhadap jarum suntik merupakan hal yang sangat umum di kalangan orang dewasa. Melansir dari Time.com, berdasarkan studi meta-analitik tahun 2019 yang diterbitkan dalam Journal of Advanced Nursing, sekitar 16 persen orang dewasa menghindari vaksinasi flu karena ketakutan atau fobia jarum suntik.

Menurut American Psychiatric Association's Diagnostics and Statistical Manual of Health Disorders fobia jarum suntik disebut trypanophobia.

Hal ini tentu dapat mempengaruhi berjalannya vaksinasi di Indonesia. Meski demikian, menurut Psikolog Anna Surti Ariani seperti dilansir dari Kompas.com, tidak semua ketakutan terhadap jarum suntik dapat dikategorikan sebagai fobia. Jika ketakutan yang dialami berlebihan hingga tidak rasional, orang tersebut mengalami fobia. 

Setiap orang juga memiliki reaksi yang beragam, dari kecemasan ringan hingga berat. Reaksi berlebih terhadap jarum suntik dapat terlihat dari sesak napas, pingsan, hingga tidak dapat berpikir. Orang tersebut biasanya berusaha untuk menghindari kondisi-kondisi tersebut. Banyak dari mereka yang akhirnya menolak disuntik karena rasa takut.

Untuk mengatasi ketakutan saat akan disuntik vaksin Covid-19, orang yang memiliki ketakutan atau fobia jarum suntik dapat melakukan beberapa langkah. Melansir Time.com, Profesor Psikologi Klinis Universitas Guelph, Kanada, Meghan McMurty menyarankan untuk fokus pada rencana vaksinasi yang akan dilakukan. 

Cari tahu cara mengunjungi tempat vaksinasi dan menentukan pakaian yang akan digunakan untuk mengalihkan perhatian selama vaksinasi. Jika memungkinkan, minta seseorang untuk membantu merencanakan kegiatan atau menemani saat proses vaksinasi. Jika takut merasakan sakit, dapat melakukan konsultasi dengan dokter mengenai anestesi topikal.

Bila memiliki kecenderungan akan pingsan saat disuntik, dapat melakukan latihan menegangkan otot untuk menjaga tekanan darah tetap tinggi. Untuk menyembuhkannya, terapi eksposur juga dapat menjadi pilihan. Aspek yang paling membantu adalah dukungan keluarga dan kerabat dekat dengan tidak meremehkan rasa takut orang yang mengalami ketakutan atau fobia jarum suntik.

“Meremehkan atau bercanda tentang rasa takut terhadap jarum suntik kemungkinan besar tidak membantu,” tuturnya.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait