Cara Memberitahu Anak Soal Pentingnya Vaksinasi Covid-19

Image title
26 Desember 2021, 10:00
Petugas Kesehatan menegakan topeng super hero melakukan registrasi sebelum menyuntikkan vaksin covid-19 untuk anak-anak usia 6-11 tahun di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Tambak, Jakarta, Rabu (22/12/2021). Upaya tersebut dilakukan pihak rumah sakit untuk
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Petugas Kesehatan menegakan topeng super hero melakukan registrasi sebelum menyuntikkan vaksin covid-19 untuk anak-anak usia 6-11 tahun di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Tambak, Jakarta, Rabu (22/12/2021).

Pandemi corona menempatkan anak-anak dalam resiko penularan yang mengkhawatirkan. Guna menghindari hal ini, anak-anak harus bersekolah di rumah hingga menghindari tempat-tempat umum seperti restoran hingga taman bermain.

Kabar baiknya, di akhir 2021, vaksin Covid-19 telah tersedia untuk anak-anak usia 6-11 tahun. Hal ini mendorong para orang tua untuk segera mempersiapkan putra putri mereka mendapatkan suntikan dosis pertama.

Selain merencanakan pendaftaran dan jadwal vaksinasi, orang tua dapat memulai mempersiapkan mental anak. Mary Rumple, Spesialis Kehidupan Anak dari University of Michigan Health CS Mott Children mengatakan, sebaiknya orang tua memberi tahu anak-anak mereka terkait vaksinasi Covid-19.

Menurutnya, orang tua adalah pihak yang paling mengenal anak mereka dan memberitahu tentang vaksinasi merupakan langkah untuk menghindari reaksi negatif. Mary membagikan beberapa tips tentang cara mempersiapkan anak agar mau melakukan vaksinasi Covid-19.

1. Bertanya kepada Anak tentang Vaksin Covid-19

Mulailah percakapan dengan pertanyaan karena anak Anda mungkin tidak menunjukkan pemikiran atau perasaan mereka secara terang-terangan. Hal ini dapat menjadi kesempatan bagi orang tua untuk mendengarkan hal yang mungkin sudah diketahui anak tentang vaksinasi. 

Pastikan ketika memulai percakapan, Anda memiliki cukup waktu dan ruang yang nyaman bersama anak. Waktu menjadi sangat penting dalam membantu anak memproses informasi ini. 

Jadi, pastikan Anda memiliki waktu dan kesabaran untuk mendengarkan perasaan anak. Hindari mengangkat topik yang sulit dimengerti dan jangan menghakimi. “Validasi perasaan dan buat rencana agar anak Anda merasa didukung,” kata Mary.

2. Memberi Tahu Anak tentang Detail Pelaksanaan Vaksinasi

Jelaskan secara rinci tentang apa yang akan terjadi dan kemana anak akan pergi. Hal ini ditujukan agar anak dapat memvisualisasikan pengalaman sebelumnya. Pikirkan tentang apa yang akan mereka lihat, dengar, dan rasakan.

Misalnya, jelaskan secara rinci tentang prosedur pendaftaran dan mengantri, protokol kesehatan di tempat vaksinasi, dan bagian tubuh mana yang akan mendapatkan suntikan.

Di samping itu, gunakan bahasa yang ramah anak dengan memilih kata-kata seperti “vaksin” atau “imunisasi” daripada kata “disuntik”. Hal ini berguna untuk menenangkan anak yang fobia dengan jarum suntik.

3. Jelaskan Alasan Pentingnya Vaksin Covid-19

Jelaskan terkait bahaya virus corona dan pentingnya vaksin untuk mencegah penularan yang berakibat buruk bagi kesehatan. “Kami suka menggambarkan vaksin sebagai perisai superhero untuk melindungi kita dari penyakit yang disebabkan oleh kuman,” kata Mary. 

Sebagian besar anak telah menerima vaksin untuk penyakit lain. Hal ini bermanfaat untuk memberi gambaran terhadap mereka, sehingga tidak terasa baru dan menakutkan.

Selain itu, bicarakan vaksin dengan cara yang positif. Fokus pada bagaimana mereka melakukan sesuatu untuk kebaikan yang lebih besar. Jelaskan bahwa selain melindungi diri dari Covid-19, vaksinasi juga membantu menjaga teman, keluarga, guru, dan orang lain di komunitas agar tetap aman.

4. Buatlah Kegiatan untuk Pengalihan Perhatian Pascavaksinasi

Ciptakan suasana nyaman dan aman untuk membantu mengurangi kecemasan dan menciptakan pengalaman yang lebih positif. Berikut adalah beberapa ide pengalih perhatian untuk membantu anak Anda rileks:

  • Memeluk boneka 
  • Meremas tangan atau bola stres
  • Mendengarkan musik
  • Menonton video
  • Tarik nafas
  • Pikirkan tempat favorit
  • Membaca buku
  • Bercerita

5. Berikan Simulasi Vaksinasi

Untuk anak-anak dengan usia lebih muda, orang tua dapat memberikan simulasi vaksinasi melalui permainan dengan menggunakan jarum suntik mainan pada boneka. Hal ini dapat menjadi teknik pengalih perhatian atau relaksasi bagi anak.

Untuk anak-anak yang lebih besar, cukup dengan memantau secara berkala terkait ekspresi dan perasaan anak. Jika pemberitahuan telah dilakukan seminggu sebelumnya, periksa beberapa hari sebelum vaksin dan tanyakan bagaimana perasaan mereka tentang hal itu.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait