Tak Capai Target, Ekonomi 2014 Hanya Tumbuh 5,02 Persen

Perlambatan ekonomi ini dipengaruhi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak BBM terhadap pola konsumsi rumah tangga
Aria W. Yudhistira
5 Februari 2015, 13:38
Pertumbuhan Ekonomi
Donang Wahyu|KATADATA
Pertumbuhan ekonomi 2014 melambat, hanya naik 5,02 persen. Pertumbuhan ini tidak mencapai target sebesar 5,5 persen.

KATADATA ? Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2014 mencapai 5,02 persen. Pencapaian ini lebih rendah dari target dalam APBN-P sebesar 5,5 persen.

?Secara kumulatif maka pertumbuhan ekonomi 2014 mengalami penurunan dari 2013 yang sebesar 5,58 persen,? ujar Kepala Badan Pusat Statistik Suryamin saat pemaparan di kantornya, Jakarta, Kamis (5/4).

Perlambatan ekonomi ini dipengaruhi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap pola konsumsi rumah tangga. Ini juga menyebabkan kenaikan tarif transportasi.

?Selain itu ada juga permasalahan keterlambatan penyaluran bantuan sosial, dan keterlambatan penanaman modal tetap bruto (PMTB),? kata dia.

Advertisement

Pada kuartal IV-2014, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,01 persen, melambat bila dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya 5,61 persen. Sedangkan secara kuartal ke kuartal pertumbuhan pada periode ini kontraksi 2,06 persen.

BPS juga merilis porsi bidang usaha industri dalam pertumbuhan ekonomi 2014 merupakan yang paling besar, yakni  mencapai 1,01 persen. Kemudian bidang usaha perdagangan dan konstruksi masing-masing menyumbang 0,66 persen, sedangkan pertanian menyumbang 0,56 persen.

Apabila melihat dari angka pengeluaran maka konsumsi rumah tangga masih memiliki kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi 2014 sebesar 56,07 persen atau yang terbesar sedangkan PMTB atau investasi berkontribusi sebesar 32,57 persen dari pertumbuhan ekonomi.

?Porsi terbesar berikutnya dari konsumsi pemerintah, walaupun ada efisiensi namun masih menyumbang andil sebesar 9,54 persen,? ujar Suryamin.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait