Sinyal Amien Dicopot, Arcandra Gelar Rapat Komisi Pengawas SKK Migas

Anggita Rezki Amelia
12 Agustus 2016, 16:29
Menteri ESDM Arcandra
Arief Kamaludin | Katadata

Sinyal pergantian Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi semakin menguat. Indikasi terbaru adalah pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar di kompleks Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/8) sore.

Presiden memanggil Arcandra setelah tiba di Jakarta dari kunjungan kerjanya ke Bali. Berdasarkan pantauan Katadata, Arcandra meninggalkan kantor Kementerian ESDM sekitar pukul 13.00 WIB namun tiba di Istana sekitar pukul 15.00 WIB. Kemudian, Arcandra kembali ke Kementerian ESDM sekitar 18.30 WIB. (Baca: Widjonarko, Mantan Bos SKK Migas “Merapat” ke Menteri Arcandra)

Berdasarkan informasi yang diperoleh Katadata, pertemuan di luar agenda resmi Presiden itu berlangsung tertutup. Meski tidak diketahui pasti isi pertemuan tersebut, semakin memperkuat spekulasi rencana pergantian Kepala SKK Migas. "Infonya Kepala SKK Migas segera diganti," kata sumber Katadata di pemerintahan menanggapi pertemuan Presiden dengan Arcandra tersebut.

Sebelum bertemu Presiden, Arcandra memanggil para pejabat SKK Migas termasuk Amien Sunaryadi ke kantor Kementerian ESDM, Kamis pagi. Namun, Amien mengaku pertemuan itu hanya ajang perkenalan pimpinan SKK Migas dengan Arcandra. "Tidak membahas pergantian," katanya.

Terkait pertemuan dengan Presiden di Istana tersbeut, Arcandra tidak membantah maupun membenarkan pembahasannya terkait pergantian Kepala SKK Migas. “Nah ini, teman-teman yang lebih tahu bagaimana itu,” kata dia di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (12/8).

Saat didesak lebih lanjut perihal kepastian pergantian bos SKK Migas, Arcandra malah menyatakan akan secepatnya mengadakan rapat dengan Komisi Pengawas SKK Migas. Tapi, dia menyatakan rapat itu bukan untuk membahas pergantian Kepala SKK Migas. “Tidak. Bahas macam-macam isu strategis yang pasti,” kata dia. (Baca: Arcandra Enggan Komentari Kabar Pergantian Kepala SKK Migas)  

Berdasarkan Pertaturan Presiden Nomor 9 tahun 2013 tentang penyelenggaraan pengelolaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi, Komisi Pengawas SKK Migas diketuai oleh Menteri ESDM dan  Wakil Menteri Keuangan sebagai wakilnya. Sedangkan anggotanya adalah Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Wakil Menteri ESDM.

Komisi Pengawas mempunyai lima tugas. Pertama, memberikan persetujuan terhadap usulan kebijakan strategis dan rencana kerja SKK Migas dalam rangka penyelenggaraan pengelolaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi.

Kedua, melakukan pengendalian, pengawasan, dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan operasional SKK Migas dalam penyelenggaraan pengelolaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Ketiga, memberikan pendapat, saran, dan tanggapan atas laporan berkala mengenai kinerja SKK Migas.

Keempat, memberikan pertimbangan terhadap usulan pengangkatan dan pemberhentian Kepala SKK Migas. Kelima, memberikan persetujuan dalam pengangkatan dan pemberhentian pimpinan SKK Migas selain Kepala SKK Migas. 

Spekulasi pergantian Kepala SKK Migas mencuat sejak Arcandra menggantikan posisi Sudirman Said sebagai Menteri ESDM sekitar dua pekan lalu. Selain dikenal dekat dengan Sudirman, rencana pergantian Amien karena bakal sulit sejalan dengan Arcandra. (Baca: "Penyegaran" Pejabat Kementerian ESDM di Bawah Arcandra)

Mereka pernah berbeda pandangan saat memutuskan skema pengembangan Blok Masela. Amien mendukung skema pembangunan kilang gas di laut (FLNG). Sedangkan Arcandra, yang sebelum menjadi menteri telah dimintai pandangannya oleh Presiden, menilai skema darat Blok Masela lebih menguntungkan bagi pemerintah.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait