Olah Minyak Jenis Sour, Pertamina Akan Ganti Komponen Kilang Balongan

Tingginya sulfur tersebut dapat membuat kilang cepat korosif dan mesin cepat keropos.
Anggita Rezki Amelia
Oleh Anggita Rezki Amelia
20 Desember 2017, 21:13
Kilang Balongan
Katadata

PT Pertamina (Persero) berencana melakukan pemeliharaan kilang minyak di Balongan, Jawa Barat dengan mengganti beberapa komponen. Alasannya, kilang tersebut akan mengalami peningkatan kinerja dengan mengolah minyak jenis sour (bersifat berat).

Direktur Pengolahan Pertamina Toharso mengatakan pemeliharaan kilang itu akan dilakukan pertengahan tahun depan atau semester I. “Upgrade ini agar bisa produksi dari sour crude,” kata dia di Jakarta, Rabu (20/12).

Menurut Toharso, mengolah minyak jenis sour ini bisa mengurangi biaya perusahaan. Namun, sulfur dari jenis minyak ini sangat tinggi. Berbeda dengan minyak jenis sweet yang berkadar sulfur rendah.

Tingginya sulfur tersebut dapat membuat kilang cepat korosif dan mesin cepat keropos. Upaya agar mesin tidak keropos adalah dengan mengubah beberapa spesifikasi dari yang tadinya menggunakan besi biasa, menjadi stainless steel (baja tak berkarat).

Namun, menurut Toharso, untuk tahun depan, perawatan kilang Balongan tidak terlalu besar. “Hanya mengganti pompa,” ujar dia.

Perawatan kilang ini nantinya juga akan berlangsung maksimal selama 30 hari. Sehingga tidak akan mengganggu produksi kilang.

Dengan perawatan ini harapannya, kinerja kilang bisa meningkat. “Ini kan bukan berbicara mengenai yield saja, tapi kehandalan kilang. Kayak mobil habis di-tune up dan ganti oli, pasti enak lah,” ujar Toharso.

(Baca: Kilang Balongan Berhasil Produksi BBM Euro 4)

Kilang Balongan bisa memproduksi  Premium, Pertamax, Pertamax Plus, Solar, Pertamina DEX, Kerosene (Minyak Tanah), LPG, Propylene,  Pertamax dan Pertamax Turbo HQ. Adapun kapasitas kilang tersebut sebesar 125 ribu barel per hari. 

Video Pilihan

Artikel Terkait