BPS: Sebaiknya Kenaikan BBM Tahun Ini Rp 500 per Liter

Sebaiknya tahun ini naik Rp 500 per liter saja agar asumsi APBNP 2014 tercapai
Image title
Oleh
9 September 2014, 11:33
BBM Subsidi
Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan besaran kenaikan harga yang paling aman untuk bisa dilakukan pada beberapa bulan terakhir tahun ini adalah Rp 500 per liter. Hal ini untuk mengantisipasi tingkat inflasi, agar sesuai dengan target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2014 sebesar 5,3 persen.

?Sebaiknya tahun ini naik Rp 500 per liter saja, agar asumsi APBNP 2014 tercapai,? ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo kepada Katadata, Senin (8/9).

Dengan menaikkan harga BBM bersubsidi dengan besaran tersebut, tingkat inflasi hingga akhir tahun bisa sesuai dengan target. Namun, jika tidak ada kenaikan harga BBM, tingkat inflasi bisa lebih rendah dari target.

BPS juga menyarankan kenaikan harga BBM subsidi lebih baik dilakukan secara bertahap. agar, efek kejutan dan gejolak ekonomi dari kebijakan itu bisa diredam.

Advertisement

Kenaikan bertahap juga bisa memberikan ruang dan waktu kepada konsumen dan dunia usaha untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan tersebut. Sehingga kebijakan menaikkan harga ini bisa berjalan dengan mulus.

Lebih lanjut Sasmito mengatakan waktu tepat bagi pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi adalah pada saat tingkat inflasi rendah, yakni pada Maret, April, September, atau Oktober. Dari bulan-bulan tersebut, kenaikkan BBM lebih baik dilakukan pada pertengahan bulan. (Baca: Tim Transisi: Kenaikan BBM November 2014 atau Maret 2015)

Sementara, ekonom dari Universitas Indonesia Faisal Basri mengatakan waktu yang tepat menaikkan harga BBM bersubsidi adalah bulan November. Alasannya, tren inflasi cenderung melandai dan rendah hingga akhir tahun.

"Pada November nanti, inflasi mulai rendah. Sehingga Jokowi harus menaikkan harga BBM dengan segera," ujarnya.

Katadata

Reporter: Safrezi Fitra
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait