25 Polisi Dimutasi Terkait Kasus Brigadir J, Ferdy Sambo Minta Maaf

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmennya untuk mengungkap kasus kematian Brigadir J hingga tuntas, sesuai perintah Presiden Joko Widodo.
Aryo Widhy Wicaksono
5 Agustus 2022, 05:55
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyampaikan keterangan pers terkait penyidikan kasus penembakan Brigadir J di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/8/2022).
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyampaikan keterangan pers terkait penyidikan kasus penembakan Brigadir J di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J, mendapatkan perhatian yang tinggi dari pembaca Katadata.co.id. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pun menegaskan komitmennya untuk mengungkap kasus ini hingga tuntas, sesuai perintah Presiden Joko Widodo.

Perkembangan terbaru dari kasus ini, Kapolri memutasi 25 polisi setelah Inspektorat Khusus Tim Khusus Polri memeriksa mereka terkait penanganan tempat kejadian perkara (TKP) kematian Brigadir J di rumah Irjen Pol. Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

"Malam ini saya keluarkan surat telegram khusus untuk memutasi dan tentunya harapan saya penanganan tindak pidana terkait dengan meninggalnya Brigadir Yosua ke depan akan berjalan baik," kata Sigit di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/8) malam, seperti dikutip Antara.

Menurut Sigit, tim di bawah pimpinan Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Komisaris Jenderal Polisi Agung Budi Maryoto, memeriksa mereka terkait dugaan pelanggaran kode etik.

Advertisement

Mereka dinilai tidak profesional, serta ada beberapa tindakan yang diduga telah menghambat penanganan TKP dan proses penyidikan awal peristiwa ini.

"Mereka dari kesatuan Propam, Polres Metro Jakarta Selatan, dan juga ada beberapa personel dari Polda Metro Jaya dan Bareskrim," kata Sigit.

Selain proses etik, Kapolri membuka kemungkinan untuk memproses mereka secara pidana, apabila dari pemeriksaan yang berlangsung ditemukan dugaan unsur tindak pidana.

Salah satu yang dimutasi adalah Inspektur Jenderal Polisi Ferdy Sambo dari jabatan sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri.

“Dimutasi sebagai Perwira Tinggi Pelayanan Markas Polri,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/8) malam, seperti dikutip dari Antara.

Pencopotan Ferdy Sambo berdasarkan Surat Telegram Khusus yang diterbitkan Kapolri Nomor 1628/VIII/KEP/2022 Tanggal 4 Agustus 2022.

Lalu, siapa lagi perwira, bintara, dan tamtama yang dimutasi terkait kasus kematian Brigadir J? Simak berita lebih lengkapnya di sini.

Sebelum dimutasi, pada siang harinya Ferdy Sambo menjalani pemeriksaan di kantor Badan Resersi Kriminal Polri. Mengenakan seragam dinas, dia memberikan keterangan untuk pertama kalinya ke publik setelah kasus kematian Brigadir J.

Ferdy Sambo meminta maaf kepada institusi Polri atas kematian Brigadir J. Dia juga mengucapkan belasungkawa kepada keluarga Brigadir J. Namun memberikan pembelaan atas apa yang terjadi sehingga sang ajudan tewas. "Itu terlepas dari apa yang dilakukan saudara Yosua kepada istri dan keluarga saya," katanya.

Ia mengatakan pemeriksaannya ini merupakan yang keempat kalinya. Sebelumnya Ferdy pernah memberikan keterangan kepada Polres Jakarta Selatan serta Polda Metro Jaya.

Simak keterangan lain yang disampaikan Ferdy Sambo saat menjalani pemeriksaan di sini.

Selain pemeriksaan terhadap Ferdy Sambo, Polri juga menetapkan Bhayangkara Dua Richard Eliezer atau Bharada E, sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir J.

Menurut Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Polisi Andi Rian Djajadi, status hukum terhadap Bharada E dilakukan setelah hasil gelar perkara menyimpulkan cukup bukti untuk menetapkannya menjadi tersangka melakukan pidana sesuai Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

“(Penetapan tersangka) terkait laporan polisi oleh keluarga Brigadir Yosua," kata Andi, Rabu (3/8) seperti dikutip Antara.

Bukti tersebut diperoleh dari pemeriksaan saksi, termasuk saksi ahli. Kemudian uji balistik, laboratorium forensik, serta penyitaan barang bukti CCTV.

Simak informasi lebih lengkap terkait penetapan tersangka di sini.

Reporter: Antara, Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait