Pertama dalam 10 Tahun, Mei Deflasi 0,03 Persen

Penulis:

Editor:

3/6/2013, 10.10 WIB

Kepala BPS Suryamin mengatakan deflasi Mei 2013 ini merupakan deflasi untuk pertama kali dalam sepuluh tahun terakhir

Rupiah
Donang Wahyu|KATADATA
KATADATA

KATADATA ? Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa sepanjang Mei 2013 terjadi deflasi 0,03 persen. Kepala BPS, Suryamin, mengatakan deflasi Mei 2013 ini merupakan deflasi untuk pertama kali dalam sepuluh tahun terakhir. "Kemarin pada Januari-Maret, kita mengalami inflasi lumayan tinggi. Sekarang telah terjadi penurunan harga beberapa komoditi dan pengendalian yang dilakukan pemerintah memperlihatkan hasil," katanya saat menggelar konferensi pers di kantornya, Senin (3/5).

Penurunan harga beberapa komoditi ini menjadi pendorong deflasi. Beberapa komoditas itu antara lain harga bawang merah, bawang putih, cabai rawat, cabai merah, serta emas perhiasan. BPS mengaku bahwa harga bahan makanan menyumbang deflasi 0,03 persen dan harga sandang menyumbang deflasi 0,20 persen.

Mahardhika

BPS juga mencatat inflasi inti pada Mei 2013 sebesar 0,06 persen, inflasi tahun kalender 2,3 persen dan inflasi tahunan 5,47 persen, sedangkan inflasi tahunan (yoy) mencapai 3,99 persen. Inflasi tahun kalender Januari-Mei 2013 tercatat 2,30 persen, sedangkan inflasi Mei 2013 terhadap Mei 2012 sebesar 5,47 persen.

Deflasi terjadi pada 43 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) dan inflasi terjadi di 23 kota IHK. Deflasi tertinggi terjadi di Mataram sebesar 1,03 persen dan terendah di Pekanbaru dan Tasikmalaya sebesar 0,01 persen. "Deflasi di kota-kota tersebut, didorong oleh penurunan harga cabe rawit, bawang merah, dan bawang putih," ujar Suryamin.

Inflasi tertinggi terjadi di Ambon 2,25 persen serta Pontianak 1,4 persen. Hal ini disebabkan angkutan udara dan beberapa harga komoditas mengalami kenaikan. "Iklim masih tidak menentu, sehingga mengganggu arus transportasi di sana. Otomatis harga bahan makanan juga naik. Pemicunya harga sayuran dan ikan segar yang naik harganya," tambahnya.

Menteri Keuangan, Chatib Basri merasa bersyukur melihat deflasi selama Mei sebesar 0,03 persen. Menurutnya, terjadi deflasi pada Mei ini membuat angka inflasi sampai Mei pada angka 5,64 persen. "Alhamdulillah, berarti inflasinya jadi 5,64 persen," ujarnya seperti dikutip Sindonews.com di gedung DPR, Jakarta, Senin (3/6).

Meskipun akan ada kenaikan angka inflasi akibat kenaikan harga BBM, kata dia, jika tetap menjaga distribusi bahan pangan maka inflasi akan dapat diredam. "Tentu dengan upaya distribusi makanan dijaga, pasokan dijaga, inflasinya bisa kita redam, karena dengan kenaikan harga BBM inflasinya akan naik kan," ujar dia.

Chatib juga yakin dengan upaya mitigasi inflasi tersebut, angka inflasi tahunan hanya akan berkisar pada angka 7,2 persen dan tidak akan sampai pada angka yang diperkirakan Bank Indonesia (BI) sebesar 7,76 persen. "Jadi ini menunjukan upaya mitigasi dengan menjaga pasokan dan jalur distribusi, mungkin bisa mencegah inflasinya tidak setinggi seperti angka BI sebesar 7,76 persen. Jadi saya masih percaya bisa dijaga 7,2 persen," pungkasnya.

Reporter: Redaksi

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan