Total Minati Blok Migas yang Dilelang Pemerintah

Penulis: Arnold Sirait

19/7/2016, 13.23 WIB

Rencana tersebut seakan menepis spekulasi yang berkembang bahwa Total E&P Indonesie akan hengkang dari Indonesia pasca berakhirnya kontrak Blok Mahakam.

Total Migas
Arief Kamaludin | Katadata

Lelang blok minyak dan gas bumi (migas) yang tengah digelar pemerintah mendapat respons positif dari para pelaku industri hulu migas. Salah satu perusahaan migas asal Perancis, Total E&P Indonesie, mengaku berminat mengikuti lelang tersebut.

President and General Manager Total E&P Indonesia Hardy Pramono mengatakan, pihaknya memang sedang mengevaluasi beberapa blok migas yang ditawarkan pemerintah. “Kami akan berpartisipasi pada pada tender itu,” kata dia kepada Katadata, Senin (18/7). Tapi, ia masih merahasiakan identitas blok-blok yang menjadi incaran Total.

Rencana Total mengikuti proses lelang tersebut seakan menepis spekulasi yang berkembang bahwa perusahaan asal Perancis ini akan hengkang dari Indonesia. Langkah itu akan diambil seiring berakhirnya masa kontrak pengelolaan Blok Mahakam tahun depan. Sekadar informasi, pemerintah tidak memperpanjang kontrak pengelolaan Blok Mahakam oleh Total dan menyerahkannya kepada PT Pertamina (Persero) pasca 2017.

(Baca: Pertamina Siap Jalan Terus Tanpa Total di Blok Mahakam)

Pada Senin (18/7) lalu, pemerintah mengumumkan penawaran Wilayah Kerja Minyak dan Gas bumi (WK Migas) Konvensional Tahap I Tahun 2016. Penawaran WK Migas ini adalah upaya untuk menambah kegiatan eksplorasi dan eksploitasi yang bertujuan meningkatkan penemuan cadangan migas nasional.

Jumlah WK Migas Konvensional yang ditawarkan sebanyak 14 WK yang terdiri dari 7 WK melalui mekanisme Penawaran Langsung dan 7 WK melalui mekanisme Lelang Reguler. (Baca: Pemerintah Akan Lelang Blok Emas Putih di Natuna)

Untuk meningkatkan minat investor berpartisipasi pada Penawaran Wilayah Kerja Migas Konvensional Tahap I Tahun 2016, pemerintah menerapkan skema baru, yaitu model lelang “open bid split”. Investor dapat menawar bonus tanda tangan dan split bagi hasil. Pemenang lelang akan ditentukan berdasarkan penawaran terbaik, usulan komitmen pasti eksplorasi, dan bonus tanda tangan. Selain itu, penawaran bagi hasil sesuai dengan tingkat keekonomian (owner estimate) yang tercantum dalam syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. 

Inilah 14 WK migas konvensional yang ditawarkan:

1. Bukit Barat (offshore Kepulauan Riau), dengan penawaran langsung.

2. Batu Gajah Dua (onshore Jambi), penawaran langsung.

3. Kasongan Sampit (onshore Kalimantan Tengah), penawaran langsung

4. Ampuh (offshore Laut Jawa), penawaran langsung

5. Ebuny (offshore Sulawesi Tenggara), penawaran langsung

6. Onin (onshore-offshore, Papua Barat), penawaran langsung

7. West Kaimana (onshore-offshore, Papua Barat), penawaran langsung

8. South CPP (onshore Riau), lelang reguler

9.  Suremana I (offshore Makassar Strait), lelang reguler

10. SE Mandar (offshore Sulawesi Selatan-Sulawesi Barat), lelang reguler

11. North Arguni (onshore Papua Barat), lelang reguler

12. Kasuri II (onshore Papua Barat), lelang reguler

13. Manakarra Mamuju (offshore Makassar Strait), lelang reguler

14. Oti (offshore Kalimantan Timur), lelang reguler

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan