Selain Proyek LRT Jakarta, Adhi Karya Bidik Kontrak Rp 21 Triliun

Penulis: Miftah Ardhian

Editor: Pingit Aria

22/2/2017, 14.13 WIB

Adhi Karya akan mengincar proyek-proyek pemerintah yang dibiayai APBN.

adhi-karya.jpg
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Adhi Karya (Persero) Tbk menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 21,6 triliun pada tahun 2017 ini. Realisasi target tersebut didominasi oleh proyek-proyek pemerintah di dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

"Target ini di luar proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek)," ujar Sekretaris Perusahaan Adhi, Ki Syahgolang Permata saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (22/2). Proyek LRT Jabodebek ini diperkirakan sekitar Rp 23 triliun.

(Baca juga:  KAI Siap Jadi Investor LRT Jakarta)

Ia menjelaskan, dari target tersebut, perolehan proyek APBN ditargetkan sebesar 38,7 persen. Kemudian, perolehan proyek yang disediakan oleh BUMN akan berkontribusi sebesar 34,4 persen. Sedangkan, sisanya adalah proyek swasta atau lainnya yang ditargetkan berkontribusi sebesar 26,9 persen.

Ki Syahgolang menjelaskan, berdasarkan jenis proyek pekerjaannya, Adhi menargetkan kontrak dari pekerjaan proyek pembangunan gedung sebesar 39,3 persen. Kemudian, disusul oleh pembangunan proyek jalan dan jembatan sebesar 12,3 persen, dermaga sebesar 4 persen, dan proyek infrastruktur lainnya sebesar 44,5 persen.

Dalam rangka merealisasikan target tahun 2017 ini, Adhi sendiri telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure / capex) sebesar Rp 5,3 triliun yang disumbang oleh investasi aset tetap sebesar Rp 485,9 miliar dan penyertaan pada berbagai proyek investasi dan ekuitas kepada anak perusahaan sebesar Rp 4,8 triliun.

(Baca juga: Adhi Karya Teken Proyek LRT meski Pendanaan Belum Jelas)

Adapun, raihan kontrak ini sebagian akan diserahkan kepada tiga anak perusahaan Adhi sesuai bidangnya masing-masing. Ketiga anak perusahaan tersebut yaitu, Adhi Persada Beton yang memiliki konsentrasi bisnis kepada sektor beton. Kemudian, Adhi Persada Gedung (APG) yang telah memiliki banyak proyek apartemen dan rumah sakit. 

Selain itu, perolehan proyek ini juga akan diserahkan kepada anak usaha lainnya, yaitu Adhi Persada Properti  (APP). Dengan demikian, melalui target ini, Adhi Karya diharapkan bisa meningkatkan pendapatan usaha sebesar Rp 14 triliun dengan target laba bersih sekitar Rp 505 miliar.

Reporter: Miftah Ardhian

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan