Tekan Impor, PGN Akan Luncurkan Produk Setara LPG 12 kg Pertamina

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

13/11/2017, 16.01 WIB

“Paling tidak dengan produk itu impor elpiji bisa turun. Ini juga bisa berikan added value buat pelanggan yang harganya lebih baik," kata Jobi.

Stand PGN
Arief Kamaluddin | Katadata

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk/PGN segera meluncurkan produk baru berupa gas alam terkompresi (Compressed Natural Gas/CNG) dalam kemasan tabung 12 kilogram (kg). Tujuannya untuk menekan impor elpiji (Liquefied Petroleum Gas/LPG) yang setiap tahun terus meningkat. 

Direktur Utama PGN Jobi Triananda Hasjim mengatakan produk yang akan dijual melalui anak usahanya PT Gagas Energi Indonesia itu nantinya menggunakan gas dalam negeri. Jadi, pemerintah tidak perlu lagi mengimpor seperti elpiji. Alhasil bisa menghemat devisa negara.

Di sisi konsumen juga akan memberikan keuntungan dari segi harga. “Paling tidak dengan produk itu impor elpiji bisa turun. Ini  juga bisa berikan added value buat pelanggan yang harganya lebih baik," kata Jobi di Bogor, pekan lalu.

Adapun PGN akan menyasar restoran serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Ini karena kebutuhan dua sektor tersebut sangat besar dibandingkan rumah tangga. Sebagai gambaran, selama sebulan restoran bisa menghabiskan 10-50 tabung elpiji 12 kg. Sedangkan rumah tangga hanya dua.

Untuk uji pasar, PGN akan mejual produk CNG 12 kg itu kepada sekitar 50 pelanggan. Mereka tersebar di beberapa kota seperti Batam dan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Produk ini akan dipasarkan di kota-kota yang sudah tersedia infrastruktur gas PGN seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG). Sehingga CNG yang sudah ada di SPBG bisa langsung diisi ke dalam tabung gas dan siap untuk didistribusikan ke pelanggan sekitar.

Jobi mengatakan produk tersebut akan mulai dipasarkan secara semi masif pada tahun depan.  "Kami pelan-pelan saja, masifnya mungkin di 2019," kata dia. 

Direktur Infrastruktur Gas PGN Dilo Seno Widagdo mengatakan produk perusahaannya itu akan lebih murah dibandingkan elpiji 12 kg yang dijual PT Pertamina (Persero). Jika harga elpiji 12 kg Pertamina sekitar Rp 130 ribu sampai 140 ribu, CNG milik PGN bisa di bawah Rp 100 ribu.  "Kami pasti lebih murah," ujar dia.

(Baca: Subsidi Meleset, Sri Mulyani: Pemilik Apartemen Pakai Elpiji 3 Kg)

Dilo juga mengklaim penggunaan CNG 12 kg akan lebih efisien 20% dibandingkan elpiji 12 kg. Dengan demikian, kehadiran produk itu bisa membantu industri menengah kecil dalam mengembangkan usahanya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan