Target Swasembada Susu di Tahun 2020 Terancam Gagal

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Arnold Sirait

16/11/2017, 17.44 WIB

Pertumbuhan produksi susu dalam negeri hanya 2% per tahun. Sedangkan kebutuhan mencapai 5% setiap tahunnya.

Susu Sapi
Katadata

Target pemerintah untuk swasembada susu pada 2020 terancam gagal. Ini karena produksi susu dalam negeri masih rendah. Di sisi lain konsumsi masyarakat terus tumbuh.

Asisten Deputi Peternakan dan Perikanan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Jafi Alzagladi mengatakan saat ini kebutuhan susu di Indonesia mencapai 4,5 juta ton. Sementara, produksi susi dalam negeri hanya 846,6 ribu ton.

Dari data tersebut terlihat kalau kebutuhan susu dalam negeri tidak bisa terpenuhi dari produksi peternak lokal. Selisih antara konsumsi dan kebutuhan itu akhirnya dipenuhi dari dalam negeri. “Defisit susu 3,65 juta ton. Jumlah ini yang diimpor," kata Jafi di Jakarta, Kamis (16/11).

Menurut Jafi, pertumbuhan produksi susu dalam negeri hanya 2% per tahun. Bahkan setiap satu ekor sapi perah hanya bisa menghasilkan delapan hingga 12 liter per hari. Angka itu tidak bisa mengejar pertumbuhan kebutuhan susu di Indonesia yang mencapai 5% setiap tahunnya.

Di sisi lain, peternakan sapi perah di Indonesia memang masih menghadapi beberapa kendala. Peternakan sapi perah masih di bawah skala keekonomian. Artinya biaya yang dikeluarkan pemilik sapi selama ini tidak sebanding dengan yang diterima.

Selain itu peternak mengalami kendala pakan sapi. Pengembangan hijauan makanan ternak juga masih dianggap rendah, sehingga membuat kualitas pakan rendah.

(Baca: Jokowi Tawarkan Selandia Baru Bangun Pusat Industri Susu di Indonesia)

Peternak juga terkendala masalah permodalan. Ini karena biaya untuk pakan sapi jenis konsentrat berbeda dengan hijauan. "Harganya lebih tinggi konsentrat, ini terjadi di Jawa barat. Selain itu juga struktur harga susu dalam negeri di daerah sentra berbeda-beda," kata Jafi.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan