South Natuna Sea Block B Dongkrak Produksi Medco

Penulis: Arnold Sirait

20/11/2017, 09.05 WIB

Selama semester I tahun 2017, produksi migas Medco bisa mencapai sekitar 90 MBOEPD. Padahal periode yang sama tahun lalu hanya 64 MBOEPD.

Medco Energi
Arief Kamaludin|KATADATA
Medco Energi

Kinerja South Natuna Sea Block B mulai menunjukkan pengaruh ke produksi minyak dan gas bumi (migas) PT Medco Energi Internasional Tbk. Hingga semester I tahun 2017, produksi migas Medco meningkat sekitar 40,6%.

Selama Januari hingga Juni tahun 2017, produksi migas Medco bisa mencapai sekitar 90 MBOEPD. Padahal periode yang sama tahun lalu hanya 64 MBOEPD. “Salah satunya karena ambilalih South Natuna Sea Block B," ujar Senior Manager Relations & Security Medco E&P Indonesia dan Medco E&P Natuna Ltd., Drajat Iman Panjawi di acara Media Gathering, di Bogor, Sabtu (18/11).

Saat ini, Medco melalui anak usahanya memiliki hak kelola sebesar 75% di South Natuna Sea Block B. Rinciannya, Medco E&P Natuna Ltd memegang hak kelola 40% dan bertindak sebagai operator. Sedangkan Medco South Natuna Sea Ltd mempunyai 35%. Adapun sisanya 25% dipegang Prime Natuna Inc.

Medco memiliki hak kelola South Natuna Sea Block B setelah mengakuisisi 40% punya ConocoPhillips November 2016. Setelah itu, menambah hak kelolanya dengan mengakuisisi milik Inpex Corporation sebesar 35% Maret 2017.

Di sisi lain, tahun ini, Medco E&P juga fokus menyelesaikan Proyek Blok A di Aceh sesuai jadwal dan anggaran. Selain itu akan memonetisasi penemuan-penemuan domestik migas yang ada, eksplorasi near-field dan pengeboran sumur, serta pengembangan bawah laut.

Adapun semua aktivitas operasi tetap berpegang pada prinsip efisiensi biaya tanpa menomorduakan aspek keselamatan. Perusahaan juga berhasil mempertahankan biaya produksi per barel di bawah US$ 10/BOE.

(Baca: Medco Butuh Biaya Besar untuk Produksi Migas di Natuna)

Medco E&P, juga terus mengoptimalisasi lapangan-lapangan tuanya dengan berbagai inovasi di bidang teknologi migas. “Serta pengendalian biaya aset lapangan, seperti di Blok Rimau, South Sumatra, dan Lematang di Sumatera Selatan, serta Blok Tarakan di Kalimantan Utara," kata Drajat.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan