Genjot Penjualan, Alfamart Rambah Toko Virtual

Penulis: Michael Reily

Editor: Ekarina

28/2/2018, 17.11 WIB

Alfamind merupakan hasil pengembangan bisnis retail konvensional

alfamart
KATADATA
Peritel Alfamart rambah ke segmen digital lewat peluncuran aplikasi Alfamind

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) memperluas startegi pemasaran ke segmen digital. Perusahaan pengelola jaringan gerai Alfamart tersebut baru-baru ini meluncurkan aplikasi toko virtual Alfamind sebagai salah satu cara menggenjot penjualan.

General Manager Digital Business Alfamart Viendra Primadia mengatakan Alfamind memungkinkan masyarakat memiliki toko online dengan bermodal telepon pintar (smartphone). Pemilik Alfamind bisa menjual produknya langsung ke konsumen tanpa perlu repot memikirkan stok dan distribusi barang karena dilakukan seluruhnya oleh pihak logistik yang bekerja sama dengan perusahaan.

(Baca : Fokus Digitalisasi, Alfamart Rem Ekspansi Gerai)

Produk yang tersedia di Alfamind lebih variatif dan tidak sebatas produk kebutuhan harian. Produk yang ditawarkan juga beragam, seperti pakaian, produk kecantikan, perlengkapan rumah tangga, hingga pulsa dan paket data.

Presiden Direktur Sumber Alfaria Hans Prawira menuturkan Alfamind merupakan hasil pengembangan bisnis retail konvensional. Sesuai dengan visi perusahaan untuk menjadi jaringan distribusi retail yang berorientasi pada pemberdayaan pengusaha kecil.

"Ibarat sistem jemput bola, Alfamind membawa toko ke hadapan konsumen,” kata Hans dalam keterangan resmi, Rabu (28/2). Menurut data perusahaan, saat ini terdapat lebih dari tiga ribu penjual dalam Alfamind dengan sebaran Jawa, Sumatera, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi.

Langkah perseroan masuk ke segmen digital saat ini juga disertai dengan upaya mengurangi ekspansi gerai baru. Jika sebelumnya Alfamart bisa membuka hingga 1.200 gerai baru per tahun, pada 2018 perseroan hanya menargetkan pembukaan 800 gerai baru.

(Baca juga:  Kemendag Luncurkan Kemitraan Retail Modern dan Pedagang Kecil)

"Pengembangan offline store saat ini, selain persaingannya semakin ketat, ada masalah regulasi," kata Direktur Property & Small-Micro Business Development AMRT Hans Harischandra Tanuraharjo di Kresna Tower, Jakarta, Selasa (27/2).

Hans mengungkapkan, fokus perusahaan tahun ini adalah untuk digitalisasi pada gerai yang sudah ada. "Ada Alfa Mikro Application (AMA) dan Alfamart digital extension lainnya kami dorong," ujarnya. AMA merupakan fitur yang memungkinkan Outlet Binaan Alfamart (OBA) memesan barang melalui ponsel pintar.

Hingga akhir 2017, Alfamart memiliki 13.477 gerai. Tak hanya di Indonesia, Alfamart juga melakukan ekspansi  ke Filipina dengan membuka sebanyak 350 unit gerai .

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan