PAN Inginkan Abdul Somad Jadi Cawapres, Namun Tolak Paksaan PA 212
Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menyatakan partainya mengusulkan Ustaz Abdul Somad sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019. Namun, Somad telah menyatakan menolak tawaran tersebut karena memilih fokus di jalur dakwah.
Eddy menyatakan menghormati keputusan Somad tersebut, meski menyayangkannya. Dia menyatakan partai koalisi Prabowo menjadi kesulitan mencari tokoh cawapres yang memiliki popularitas seperti Somad.
"Tapi ya jadi PR bagi kita untuk mencari yang lain," kata Eddy di Jakarta, Jumat (3/8).
(Baca juga: AHY Diunggulkan Dampingi Prabowo, Bagaimana Nasib Anies?)
Abdul Somad merupakan satu dari tiga cawapres yang sedang digodok tim koalisi pengusung Prabowo. Dua orang lainnya yakni Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri.
AHY dan Salim merupakan nama yang muncul dari Demokrat dan PKS. Sementara Abdul Somad hasil nama dari kalangan non-partai politik dan hasil rekomendasi pertemuan Ijtimak Ulama yang berlangsung pekan lalu.
(Baca juga: Demokrat Klaim Jadi Penentu Kemenangan Prabowo dalam Pilpres 2019)
Surat dari PA 212
Eddy menyatakan, PAN dan partai koalisi Prabowo menghormati rekomendasi dalam pertemuan Ijtimak Ulama. Namun, partai politik enggan mendapat paksaan dari kelompok organisasi masyarakat Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) yang mendesak koalisi Prabowo mengikuti rekomendasi tersebut.
Eddy mengatakan, PAN menerima surat dari PA 212 yang mewajibkan agar partai koalisi mengikuti hasil putusan forum Ijtima Ulama GNPF Ulama dalam Pilpres 2019.
Menanggapi surat tersebut, Eddy menyebutkan PAN akan menjadikan hasil rekomendasi tersebut dalam menentukan arah politiknya di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN pada 6-7 Agustus 2018.
Meski demikian, dia menilai tiap-tiap partai politik memiliki mekanisme sendiri untuk memutuskan hal tersebut. "Biarkan teman-teman masing-masing partai politik menentukan arah politiknya," kata Eddy.
(Baca juga: PKS dan Demokrat Sepakat Prabowo Akan Tentukan Cawapres)
Gerindra tak jamin ikuti Ijtima Ulama
Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria menyampaikan hasil rekomendasi Ijtima Ulama bakal dipertimbangkan. Meski demikian, dia tak menjanjikan hasil rekomendasi tersebut akan langsung dipenuhi koalisi.
Menurut Riza, keputusan terkait capres-cawapres akan dibahas bersama koalisi pendukung Prabowo. Nantinya, Gerindra tetap akan berkoordinasi dan berkonsultasi dengan ulama dan umat.
"Nanti kami kembalikan kepada ulama kalau memang nama-nama yang menguat di luar nama (hasil rekomendasi Ijtima Ulama) itu," kata Riza.
Sebelumnya, Forum Ijtima Ulama GNPF yang digelar pada Jumat (27/7) dan Sabtu (28/7) merekomendasikan dua pasangan capres dan cawapres dalam Pilpres 2019. Mereka antara lain Prabowo-Salim Segaf dan Prabowo-Abdul Somad. Kedua nama tersebut disorongkan lantaran dianggap dapat mewakili umat.
