Kementan Sukses Kembangkan Lahan Kering di Banten

Tim Publikasi Katadata

Kamis 6/9/2018, 10.13 WIB

Kementerian Pertanian berhasil mengembangkan lahan kering melalui program Sistem Usaha Pertanian (SUP) Inovatif, di Banten

Lahan Kemarau
Katadata

Banten – Kementerian Pertanian  berhasil mengembangkan lahan kering melalui program Sistem Usaha Pertanian (SUP) Inovatif, di Banten. "Kita sudah berhasil mengembangkan pemanfaatan lahan kering di Kecamatan Cikeusal Kabupaten Serang,”  kata Kepala BBP2TP, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementan Haris Syahbuddin saat dihubungi pada Minggu (02/09/2018). Di kecamatan yang memiliki total lahan kering seluas 2.683 hektar itu, Kementan menerapkan Sistem Usaha Pertanian Inovatifatau SUP Inovatif.

 

Inovasi ini merupakan bagian pengembangan lahan kering menjadi area pertanian produktif guna menopang target swasembada pangan. Banten menjadi salah satu sasaran. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Kementan terus menggali potensi ini dan telah mengidentifikasi beberapa wilayah Banten yang potensial untuk dikembangkan. Provinsi yang merupakan penyangga pangan ibukota ini memiliki lahan kering seluas potensial seluas 157.546 hektar. 

 

Haris menyatakan, SUP Inovatif mencakup penerapan mekanisasi pertanian sesuai kebutuhan dan mudah diterapkan, pengelolaan lahan dan air yang inovatif dan adaptif terhadap perubahan iklim, serta dirancang dengan sistim yang dinamis. Desa Cilayang merupakan satu dari lima belas desa di Kecamatan Cikeusal yang menjadi fokus pengembangan SUP Inovatif dengan sasaran utama adalah Kelompok Tani Tunas Harapan I. "SUP Inovatif yang dikembangkan di lokasi tersebut sarat dengan pengenalan teknologi, antara lain teknologi embung, pompanisasi dan geo-membran, dan teknologi budidaya khususnya budidaya tanaman hortikultura," jelas Haris. Selain itu, Kementan juga memberi pendampingan dan bimbingan teknis lapangan, hingga membangun jaringan bisnis.

 

Kurniawan (26), salah satu anggota kelompok tani Tunas Harapan I mengaku telah merasakan berbagai manfaat dari kegiatan ini. Kata Kurniawan yang baru mengikuti program pada 2017 lalu ini, budidaya sayuran yang digelutinya bersama dengan anggota kelompok tani lainnya telah memiliki saluran pemasaran. Produksi anggota kelompok tani ditampung dan kemudian dipasarkan ke beberapa tempat bahkan tembus ke Pasar Induk Kramat Jati Jakarta dan Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang. "Lahan menjadi produktif, produk berkualitas, dan pemasaran produk juga mudah,” lanjut Kurniawan. 

 

Haris selaku penanggung jawab kegiatan program berharap, SUP Inovatif dapat menjadi wadah interaksi yang lebih intensif antara Kementan selaku penyedia teknologi, penyuluh sebagai saluran diseminasi serta petani sebagai pengguna teknologi. "Kami minta juga kepada kelompok tani agar selalu semangat untuk belajar mengimplementasikan teknologi dan menerapkannya secara berkelanjutan,” saran Haris.

 

Kementan melalui Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian mengidentifikasi seluas 24 juta hektar lahan kering yang bisa dimanfaatkan untuk tanaman pangan. Lahan kering seluas itu tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Papua. BPTP di tiap provinsi bersama penyuluh setempat , diharapkan bisa bahu membahu mengedukasi serta mendampingi kelompok tani dalam penerapannya.

Kementrian Pertanian

Kementrian Pertanian

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha