Bulog Sebut Telah Amankan Pasokan Tiap Gudang di Daerah

Penulis: Michael Reily

Editor: Ekarina

Senin 8/10/2018, 20.47 WIB

Stok beras Bulog dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan darurat seperti bencana alam.

Beras bulog
ANTARA FOTO/Rahmad
Tumpukan beras di Gudang Bulog di Lhokseumawe, Aceh, 31 Januari 2018.

Perum Bulog menyatakan telah mengamankan pasokan beras dan stok logistik  di gudang  di seluruh gudang perusahaan di Indonesia hingga tiga bulan ke depan. Stok itu juga dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan darurat seperti bencana alam. 

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Tri Wahyudi Saleh menyatakan bencana gempa dan tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala  tak mempengaruhi stok gudang. “Semua pasokan di sana sudah aman dan tersedia,” kata Tri kepada Katadata.co.id, Ahad (7/10).

Ketersediaan pasokan itu menurutnya sudah diperhitungkan antara jumlah yang masih dalam  perjalanan atau distribusi, yang masih dalam tahap pemuatan atau proses pasokan ke gudang, serta realisasi stok dalam gudang dengan asumsi cadangan beras masing-masing setara dengan satu bulan kebutuhan. 

(Baca : BPK Temukan Tak Efektifnya Logistik Bulog Senilai Rp 5 Miliar)

Namun, dia mengakui banyak juga kendala dalam proses distribusi yang sulit diprediksi seperti gangguan anomali cuaca, perhitungan produksi dalam pergerakan stok atau movement. “Semua hal itu bisa terjadi di luar perencanaan,” ujar Tri.

Dia menegaskan penyusunan rencana pergerakan stok sudah dilakukan berdasarkan kebutuhan penyaluran rutin, stabilisasi harga, serta cadangan untuk bencana alam. Selain itu, pergerakan logistik juga dihitung secara tahunan sesuai rencana penyerapan produksi dalam negeri dan juga penjualan beras komersial.

Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyebut Perum Bulog belum melakukan perencanaan dengan baik program pergerakan nasional dalam rangka penerbitan perintah logistik. Akibatnya, BUMN pelat merah itu masih mengalami inefisiensi biaya pengangkutan beras sebesar Rp 5,05 miliar pada tahun lalu berdasarkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I 2018.

(Baca : BPK : Kementan Belum Lunasi Pengadaan Beras Bulog 2017 Rp 370 Miliar)

Dalam ikhtisar tersebut, BPK juga menemukan kekurangan volume dan spesifikasi beras pada 17 paket pekerjaan Rehabilitiation and Replacement sebesar Rp 572,33 juta dan denda keterlambatan mencapai Rp 14,94 juta. Kemudian, ada juga kelebihan pembayaran atas realisasi pembayaran honor tim beras sejahtera (Rastra) mencapai Rp 564,03 juta dan permasalahan lain mencapai Rp 181,70 juta.

(Baca : Stok Melimpah, Bulog: Tak Perlu Impor Beras hingga Juni 2019)

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha