Jokowi Targetkan Penerima PKH Sukses Naik Jadi 400 Ribu Orang

Penulis: Michael Reily

Editor: Hari Widowati

10/1/2019, 19.57 WIB

Angka tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan 200 ribu orang yang lulus dari program tersebut tahun lalu.

Jokowi
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Presiden Joko Widodo berpidato di hadapan penerima kartu Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di SMA Negeri 1 Palembang, Sumatera Selatan, Senin (22/1)

Presiden Joko Widodo menargetkan jumlah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang sukses atau lulus dari bantuan sosial pada 2019 mencapai 400 ribu orang. Angka tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan 200 ribu orang yang lulus dari program tersebut tahun lalu.

“Saya harap penerima yang lulus dalam bantuan ini bertambah dua kali lipat,” kata Jokowi saat peluncuran PKH di Gelanggang Olahraga Ciracas, Jakarta, Kamis (10/1).

Pemerintah tahun ini memberikan 10 juta PKH bantuan sosial dengan anggaran sebesar Rp 32,65 triliun. Anggaran itu juga menunjukkan pertumbuhan hampir dua kali lipat dibandingkan anggaran tahun lalu yang sebesar Rp 17,52 triliun. Oleh karena itu, Jokowi menekankan supaya para penerima PKH bisa memanfaatkan anggaran dengan tepat guna.

Jokowi menyebutkan, penerima dana dalam program PKH harus menyesuaikan dengan kebutuhan tahunan, terutama untuk aspek pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan. “Uangnya boleh untuk beli gizi anak-anak tetapi tidak boleh untuk beli rokok suami atau bayar listrik,” ujarnya.

(Baca: Bantuan Keluarga Harapan Tahap Pertama Cair untuk 9,4 Juta Peserta)

Dia melanjutkan, anggaran untuk bantuan sosial merupakan salah satu terobosan pemerintah. Tahun depan, bantuan sosial untuk PKH pun bakal bertambah dari sisi anggaran dan jumlah penerima.

Menteri Sosial Agus Gumiwang menambahkan, penyaluran bantuan sosial untuk PKH berlangsung dalam empat tahap. Peluncuran program pertama ini pun mengeluarkan dana sekitar Rp 12,28 triliun.

Agus mengungkapkan tahap kedua bakal terlaksana pada April, tahap ketiga pada Juli, serta tahap terakhir pada Oktober 2019. Tahun lalu, penyaluran program PKH telah mencapai penyerapan sebesar 99,9%.

Pada tahun ini, mekanisme penyaluran PKH semakin berbeda dengan adanya peningkatan anggaran. “Kami menghitung berdasarkan penerima tetap serta ada komponen lain untuk pemberian,” kata Agus.

Dia mencontohkan, bantuan sosial kepada 1 keluarga PKH hanya terbatas untuk 4 orang, yang masing-masing mendapatkan Rp 560 ribu. Namun, penerima PKH yang berada di daerah terpencil mendapatkan jatah Rp 1 juta per orang.

Komponen tambahan dalam pemberian dana PKH adalah penghitungan ibu hamil, bawah lima tahun (balita), anak sekolah, serta lanjut usia yang variasi dananya berbeda. Dengan komponen tambahan tersebut, satu PKH bisa mendapatkan dana bansos maksimal Rp 9,6 juta.

(Baca: Tahun Politik, Pemerintah Percepat Pencairan Bantuan Sosial)

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha