Percaya Kondisi Aman saat Sidang MK, Pengusaha Retail Tetap Buka toko

Penulis: Rizky Alika

Editor: Agung Jatmiko

14/6/2019, 17.16 WIB

Pengoperasian toko tetap berlangsung karena kondisi masih kondusif. Peritel seperti MAP pun tetap buka, meski lokasi dekat dengan Gedung MK.

Pilpres 2019, sidang sengketa Pilpres 2019, pertokoan tetap buka saat sidang MK
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi, gerai Starbucks Coffee milik PT Mitra Adiperkasa Tbk

Dunia usaha optimis kondisi tetap terkendali, meski sidang sengketa Pilpres 2019 terjadi di Mahkamah Konstitusi (MK). Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Aprindo Tutum Rahanta yang yakin kondisi masih terkendali, terlihat dari pertokoan yang tetap buka saat sidang MK

Menurutnya, pengoperasian toko tetap berlangsung karena kondisi masih kondusif. Ia juga menyatakan, tidak ada toko yang ditutup. Adapun, pusat perbelanjaan Sarinah juga tetap beroperasi normal pada hari ini. Aktivitas juga berlangsung seperti pada hari lainnya.

"Sejauh ini situasi pertokoan biasa saja. Berjalan normal," kata dia kepada katadata.co.id, Jumat (14/6).

Sebagai informasi, pusat belanja Sarinah sempat ditutup pada saat aksi massa di depan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada 22 Mei lalu. Penutupan dilakukan karena aksi berujung ricuh di kawasan Thamrin.

Selain itu, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) juga menyatakan tetap membuka gerai, kendati beberapa titik pertokoan perusahaan berdekatan dengan lokasi sidang. "Saat ini tidak ada penutupan gerai," kata Direktur Relation and Corporate Communication MAPI, Fetty Kwartati.

(Baca: Sidang Gugatan Pilpres di MK, Gerai Retail Beroperasi Normal)

Berbeda dengan kondisi 22 Mei lalu, MAP yang memilih menutup sementara gerainya untuk menghindari kerugian akibat faktor keamanan.

Perusahaan kala itu menutup gerai yang berlokasi di Djarakarta Theater, Grand Indonesia dan Plaza Indonesia yang berdekatan dengan lokasi demonstrasi massa di depan gedung Bawaslu, Jakarta Pusat.

Mahkamah Konstitusi (MK) mulai menggelar sidang gugatan Pilpres 2019 pada Jumat (14/6) ini. Pihak kepolisian melakukan penjagaan ketat guna menjaga situasi keamanan selama sidang tetap kondusif.

Pengamanan selama masa sidang sengketa Pilpres 2019 akan dilakukan oleh tim gabungan TNI, Polri dan pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Total yang disiagakan mencapai 48 ribu personel.

Adapun tim dari Pemprov di antaranya petugas kesehatan dan pemadam kebakaran. Selama pengamanan, aparat dipastikan tidak membawa peluru tajam.

Reporter: Rizky Alika

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha