Buntut Kekalahan Gugatan di WTO, Indonesia Buka Impor Ayam dari Brasil

Penulis: Ekarina

8/8/2019, 07.25 WIB

Mendag mengatakan tidak memiliki pilihan selain ikut menyesuaikan dengan ketentuan dan rekomendasi WTO.

Impor Ayam, Brasil,WTO, Kementerian Perdagangan
ANTARA FOTO/Idhad Zakaria
Ilustrasi. Keran impor ayam dari Brasil terbuka akibat putusan WTO.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, pemerintah siap membuka keran impor ayam dari Brasil. Ini dilakukan sebagai konsekuensi kekalahan Indonesia setelah menghadapi gugatan Negeri Samba di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

"Tidak ada pilihan lain untuk kita menyesuaikan sesuai rekomendasi dari WTO," kata Enggar usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Perekonomian di Jakarta, Rabu malam (8/8).

Enggar mengakui pemerintah telah menyalahi ketentuan WTO terkait perdagangan bebas dengan melarang masuknya ayam dan produk ayam dari Brasil.

Karena itu, pemerintah siap menjalankan ketentuan keputusan WTO. Sebab, jika impor kembali ditentang, pihaknya khawatir dapat menjadi preseden buruk bagi negara-negara lain.

(Baca: Dilaporkan Brasil ke WTO, Kemendag Tegaskan Sudah Buka Impor Ayam)

"Kalau tidak, mereka memiliki hak untuk melakukan retaliasi dengan berbagai produk yang sama atau produk lainnya, dan 19 negara lain akan ikut serta," ujar Enggar.

Adapun segala ketentuan untuk menghadapi masuknya ayam dan produk ayam dari Brasil akan disiapkan, termasuk persoalan sertifikat sanitasi internasional atau sertifikat halal.

"Kami akan sesuaikan untuk itu, jadi tidak usah ada kekhawatiran, karena masih ada rangkaian yang lain. Pada dasarnya peraturan itu dibuat agar jangan melanggar dan jangan memberikan batasan," ujarnya.

(Baca: Kelebihan Pasokan, Peternak Khawatirkan Harga Ayam Kembali Jatuh)

Sebelumnya, Brasil secara resmi telah meminta WTO membuka panel untuk menyelidiki kebijakan Indonesia mengenai impor ayam dan produk ayam dari Brasil.

Brasil memenangkan kasus sengketa dagang melawan Indonesia di WTO pada 2017, namun negara tersebut menilai keputusan WTO tidak pernah diterapkan oleh Indonesia.

Alasannya, karena Brasil dianggap belum memiliki sertifikasi sanitasi internasional atau sertifikat halal yang perlu dikeluarkan oleh pemerintah negara Islam. Brasil saat ini merupakan salah satu negara pengekspor unggas terbesar di dunia.

(Baca: Impor Ayam dari Brasil Bakal Buat Harga Peternak Lokal Jatuh)

 

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN