Jadi Plt Menpora, Hanif Dhakiri Sebut Tak Punya Banyak Tugas

Penulis: Rizky Alika

Editor: Ekarina

23/9/2019, 18.28 WIB

Hanif juga menyebut akan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya selama ia bertugas hingga Presiden melantik Menpora periode 2019-2024.

Presiden Jokowi menunjuk Hanif Dhakiri sebagai pelaksana tugas Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) menggantikan Imam Nahrawi.
Arief Kamaludin|Katadata
Presiden Jokowi menunjuk Hanif Dhakiri sebagai pelaksana tugas Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) menggantikan Imam Nahrawi.

Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Hanif Dhakiri mengaku tak memiliki terlalu banyak tugas dalam masa jabatan yang tinggal sebentar lagi. Dia sebelumnya ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggantikan posisi Imam Nahrawi yang sebelumnya mengundurkan diri.

Namun, dia menyatakan akan tetap menjalankan tugasnya, terlebih jika ada hal yang dianggap krusial, terlebih jika itu merupakan arahan langsung dari Presiden. Hanif juga menyebut akan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya selama ia bertugas hingga Presiden melantik Menpora periode 2019-2024.

"Mungkin akan koordinasi dulu dengan jajaran kementerian. Ada agenda apa saja dalam sebulan terakhir ini yang harus diambil keputusannya yang penting," kata Hanif di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (23/9).

Dia mengungkapkan prihatin dengan kasus terjadi pada Imam Nahrawi. Sebab, Imam merupakan salah satu koleganya di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

"Saya yakin beliau orang yang baik, berprestasi, dan pengabdiannya juga besar terhadap masyarakat," ujar dia.

(Baca: Pertimbangan Politik, Jokowi Angkat Hanif Dhakiri Jadi Plt Menpora)

Hanif pun berharap, Imam dapat tetap kuat dalam menjalani proses hukum yang telah ditetapkan.

Sebagaimana diketahui, Imam Nahrawi yang mengundurkan diri tak lama setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap dana hibah Kemenpora ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakanada beberapa pertimbangan dalam penunjukkan Hanif. Salah satunya karena alasan politik, yang mana Hanif berasal dari partai politik yang sama dengan Imam Nahrawi yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

(Baca: 5 Fakta di Balik Kasus Korupsi Imam Nahrawi)

Dengan demikian, dalam melaksanakan tugasnya, Hanif akan merangkap dua jabatan menteri yakni Menteri Ketenagakerjaan dan Plt Menpora. 

Selain itu, terkait sejumlah menteri yang akan dilantik sebagai anggota DPR RI pada 1 Oktober 2019, Pratikno juga menjelaskan Presiden juga akan mengangkat tokoh lain sebagai plt menteri.

Reporter: Rizky Alika

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan