Penusuk Wiranto Asal Medan, Pernah Tergusur Proyek Jalan Tol

Penulis: Yuliawati

10/10/2019, 16.38 WIB

Syahril diperkirakan meninggalkan Medan pada 2016 setelah rumah tinggalnya terkena penggusuran untuk proyek jalan tol Medan-Binjai.

Wiranto ditusuk, penusukan Wiranto, pelaku penusukan penggusuran jalan tol
ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Menko Polhukam Wiranto terkena dua tusukan saat kunjungan ke Banten, Kamis (10/10/2019). Pelaku tusukan pernah tergusur proyek jalan tol Medan-Binjai.

Tersangka pelaku penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, Syahril Alamsyah (31), merupakan warga Medan. Dia pernah tinggal di di Jalan Alfakah VI, Desa Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Medan.

Syahril diperkirakan meninggalkan Medan pada 2016 setelah rumah tinggalnya terkena penggusuran untuk proyek jalan tol Medan-Binjai. "Sejak 2016 sudah tidak tinggal di sini semenjak rumahnya digusur," kata salah seorang tetangga Syahril, Mira, dilansir dari Antara, Kamis (10/10).

(Baca: Polisi Amankan Dua Tersangka Penusukan Menkopolhukam Wiranto)

Jalan tol Medan-Binjai merupakan salah satu ruas terpadat dalam Jalan Raya Lintas Sumatera yang menghubungkan Medan dan Banda Aceh. Pembangunan jalan tol dimulai pada 2014 di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Jalan Tol Medan-Binjai beroperasi setelah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 13 Oktober 2017.

Kini Syahril sedang menjalani pemeriksaan di kepolisian. Selain Syahril, polisi mengamankan Fitri Andriana binti Sunarto. Fitri Andriana saat ini berdomisilii di Kampung Sawah Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang.

(Baca: Pihak Medis Sebut Wiranto Kena 2 Tusukan di Perut)

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Polisi Dedi Prasetyo menyatakan Syahril diduga terpapar paham radikal.

"Terduga pelaku saat ini sudah diamankan di Polres Pandeglang dan masih diperiksa oleh Polres Pandeglang, Polda Banten dan dibantu Densus 88. Diduga pelaku terpapar radikal ISIS," kata Dedi.

Dari hasil keterangan sementara, motif penyerangan sebagai balas dendam terhadap pejabat publik yang melakukan penegakan hukum terhadap kelompoknya. Syahril diduga telah menyiapkan senjata tajam sebelum melakukan penyerangan.

Pelaku menyerang saat Wiranto baru saja turun dari mobil dan hendak bersalaman dengan masyarakat. "Ketika Pak Wiranto menuju mobil, seperti biasa (ada yang) minta salaman, pejabat menyalami juga. Tapi dalam waktu sangat singkat seseorang diduga pelaku menusukkan benda tajam kepada beliau dan saat itu kapolsek berdekatan," kata Dedi.

Polres pandeglang, Banten menjelaskan kronologi kejadian penusukan Menko Polhukam Wiranto terjadi pada hari ini sekitar pukul 11.55 Wib di Pintu Gerbang Lapangan Alun-alun Menes, desa Purwaraja, kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang.

Ketika itu, rombongan hendak meninggalkan helly pad lapangan alun-alun Menes, namun secara tiba-tiba tersangka langsung melakukan penyerangan dan penusukan ke bagian perut Wiranto dengan senjata tajam berupa gunting secara membabi buta.

Wiranto mengalami luka dua tusukan di bagian perut dan sempat menjalani perawatan di RSUD Berkah Pandeglang. Setelah menjalani perawatan di Pandeglang, Wiranto dievakuasi ke Jakarta menggunakan helikopter dan kini dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.

Selain Wiranto, tiga orang lain mengalami luka tusuk yakni Kapolsek Menes Komisaris Polisi Dariyanto, ajudan Wiranto, Fuad dan dan seorang pegawai Universitas Mathla'ul Anwar.

(Baca: Menkopolhukam Wiranto Hendak Ditusuk Saat Kunjungan ke Banten)

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan