Singgung Anggaran Kemenhan, Rapat Prabowo dan DPR Sempat Memanas

Editor: Ameidyo Daud

11/11/2019, 17.05 WIB

Dua politisi PDIP yakni Effendi Simbolon dan Adian Napitupulu mencecar Prabowo agar anggaran Kemenhan disampaikan dalam forum terbuka.

Prabowo, Menhan Prabowo, Anggaran Kemenhan, DPR
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Rapat antara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR hari Senin (11/11) sempat memanas. Pasalnya Prabowo menginginkan pembahasan teknis anggaran Kementerian Pertahanan berlangsung tertutup, sedangkan dewan mau garis besar anggaran disampaikan terbuka.

Rapat antara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR hari ini sempat memanas. Pasalnya Prabowo menginginkan pembahasan teknis anggaran Kementerian Pertahanan berlangsung tertutup, sedangkan dewan mau garis besar anggaran disampaikan terbuka. 

Awalnya, Anggota Komisi I dari PDI Perjuangan Effendi Simbolon menyoroti pemaparan rencana kerja Prabowo yang tidak menyinggung anggaran secara garis besar. Padahal dalam APBN 2020, Kemenhan telah mendapatkan dana Rp 131,2 triliun.

“Tolong dijelaskan urgensinya dan mengapa seperti disembunyikan,” kata Effendi dalam siaran Kompas TV di Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/11).

(Baca: Prabowo Pimpin Kementerian Pertahanan dengan Anggaran Terbesar di 2020)

Rekan separtai Effendi, Adian Napitupulu seperti tak mau kalah. Adian mengatakan dirinya heran anggaran yang masuk dalam lampiran pemaparan terbuka malah tak disampaikan Prabowo. “Ini jadi lucu, sampaikan saja terbuka,” katanya.

Tak hanya politisi PDIP, Syarief Hasan dari Fraksi Demokrat juga menganggap anggaran yang diterima Kemenhan perlu disampaikan. “Sebenarnya yang disampaikan Pak Effendi biasa saja, hanya outline saja,” kata Effendi.

Mendengar permintaan tersebut, Prabowo ingin sebisa mungkin pembahasan anggaran bersifat tertutup. Nadanya mulai meninggi ketika menyinggung permintaan anggota Komisi I yang terus meminta anggaran disampaikan terbuka.

“Maksudnya apa? kan kita sudah tahu Rp 131 triliun,” ujar Prabowo.

Prabowo berkukuh tak akan menyampaikan teknis pertahanan dalam forum yang terbuka meski ditekan anggota DPR. Mantan Danjen Kopassus itu mengatakan selaku penyelenggara kebijakan pertahanan dan keamanan, dirinya harus selalu berhati-hati menyampaikan sesuatu.

“Saya bertanggung jawab kepada presiden,” kata dia.

(Baca: Prabowo Jadi Menhan, Ryamizard: Jangan Terlena dengan Anggaran Besar)

Pimpinan Komisi I Meutia Hafid akhirnya menengahi dengan tidak menyinggung anggaran sesuai kesepakatan komisi awal. Usai fraksi yang ada di Komisi I menyampaikan pandangan dan pertanyaan, rapat yang dimulai pukul 11.00 WIB ini dilanjutkan secara tertutup.

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan