Pemprov Sumut Siap Tanggung Biaya Pengobatan Korban Bom Medan

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Ameidyo Daud

13/11/2019, 15.57 WIB

Akibat bom bunuh diri, enam orang mengalami luka. Lima orang merupakan personel kepolisian, sedangkan satu merupakan warga sipil.

Edy Rahmayadi, Pemprov Sumut tanggung pengobatan, Bom Medan
ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, di Medan, Sumatera Utara, Rabu (23/10/2019). Edy memastikan pihaknya ikut menanggung biaya pengobatan korban luka akibat bom di Markas Polrestasbes Medan, Rabu (13/11).

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi memastikan pihaknya bakal ikut menanggung biaya pengobatan korban luka akibat bom bunuh diri di Markas Polrestasbes Medan pagi tadi. Edy juga akan mendorong pemulihan masyarakat yang alami ketakutan karena kejadian ini.

Aparat mengatakan, sementara ini terduga pelaku bom bunuh diri hanya satu orang. Buntut kejadian, enam orang mengalami luka. Lima orang merupakan personel kepolisian, sedangkan satu merupakan warga sipil.

“Pasti ditanggung pemerintah, Pemprov Sumut (juga) bertanggung jawab,” kata Edy ketika ditanya awak media di Sentul, Bogor, Rabu (13/11).

(Baca: Jokowi Perintahkan Aparat Kejar dan Tangkap Pelaku Teror Bom Medan)

Edy meminta agar masyarakat Sumut tenang dan menyerahkan pengusutan kasus yang terjadi kepada polisi. Mantan Ketua Umum PSSI ini juga menyarankan masyarakat memberi informasi kepada penegak hukum jika mengetahui sesuatu.

“Kalau tidak, diam, tenang, doakan bahwa kami akan selesaikan,” kata Edy.

Edy juga telah berkoordinasi dengan Kapolda Sumatera Utara Irjen (Pol) Agus Andrianto terkait kasus bom bunuh diri. Menurut Edy, Pemprov beserta Polda Sumatera Utara akan meningkatkan pengamanan terhadap berbagai objek vital.

Peningkatan pengamanan juga bakal dilakukan terhadap para pejabat-pejabat di Sumut. “Kami lindungi aset-aset dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ucap Edy.

(Baca: Grab & Gojek Belum Bisa Pastikan Mitranya Pelaku Bom Bunuh Diri Medan)

Sedangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui juru bicaranya, Fadjroel Rachman memerintahkan aparat terus mengejar, menangkap, dan mengadili para pelaku teror tersebut sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

"Pemerintah tidak akan memberi toleransi sedikit pun terhadap aksi terorisme," kata Fadjroel melalui keterangan tertulisnya, Rabu (13/11).

 

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan