Ekspansi ke Pasar Afrika, Pindad Jajaki Ekspor Alutsista ke Ghana

Penulis: Fariha Sulmaihati dan Happy Fajrian

23/1/2020, 17.02 WIB

Ghana merupakan salah satu pasar yang dinilai sangat prospektif untuk target ekspansi pasar Pindad.

pindad, pasar afrika, ekspansi, alutsista
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Kendaraan khusus hasil produksi PT Pindad (Persero). Pindad tengah menjajaki pasar negara Afrika Barat, Ghana, sebagai target ekspansi pasar ekspornya.

Produsen produk militer PT Pindad (Persero) akan segera memperluas pasar ekspornya ke Afrika. Adapun saat ini perusahaan pelat merah produsen alat utama sistem persenjataan atau alutsista ini tengah menjajaki pasar negara Afrika Barat, Ghana.

Rencananya Pindad akan mengekspor beberapa produk militer diantaranya, pistol, amunisi, dan kendaraan pengangkut personel sedang, Anoa. Meski demikian, Direktur Utama Pindad Abraham Mose menyebutkan belum ada kesepakatan lebih dalam terkait penjualan alutsista ke Ghana.

"Masih dibicarakan dengan Ghana, kami akan kesana untuk membicarakan berapa kebutuhan pastinya," kata Abraham saat ditemui di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta, Kamis (23/1).

Selain Ghana, Pindad saat ini juga tengah menjajaki peluang ekspansi ke Filipina. Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan bahwa Ghana dan Filipina merupakan negara yang prospektif untuk memperluas pangsa pasar Pindad.

(Baca: PTDI-Bell Siap Pasok 9 Helikopter Tempur Senilai Rp 2,5 Triliun ke AD)

"Filipina salah satu prospek yang sudah eksekusi. Tapi yang akan lebih besar lagi itu Ghana, Afrika," ujarnya pada pameran alutsista di Kantor Kemenhan, Jakarta, Rabu (22/1).

Dia menambahkan bahwa Filipina akan membeli produk tank buatan Pindad, meskipun dia tidak mengungkapkan berapa jumlah tank yang dipesan negara tetangga Indonesia di ASEAN itu. Selain Filipina, Pindad memiliki beberapa pasar ekspor di ASEAN di antaranya Brunei Darussalam, Kamboja, dan Malaysia.

Sebelumnya Menteri Pertahanan Republik Ghana Dominic BA Nitiwul telah bertemu dengan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, di Kantor Kemenhan, Jakarta, pada 21 November 2019.

Prabowo menyampaikan adanya kerja sama saling menguntungkan dengan sahabat manapun termasuk dengan Ghana dalam hal produk-produk industri pertahanan.

(Baca: Erick Thohir Tugaskan Len untuk Tingkatkan Industri Pertahanan)

Dia pun menjelaskan lebih lanjut kepada Menhan Republik Ghana terkait industri pertahanan Indonesia yang saat ini terdiri dari PT Pindad, PT PAL Indonesia, PT Dirgantara Indonesia, dan PT Len Industri.

"Indonesia memandang negara-negara kawasan Afrika Barat termasuk Ghana sebagai negara penting dan dapat menjadi mitra bagi kerjasama produk-produk industri pertahanan Indonesia dan juga kerja sama pertahanan strategis lainnya," katanya.

 

Reporter: Fariha Sulmaihati dan Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan