Cina Cetak Rekor Produksi Batu Bara dan Gas, Mampukah Turunkan Harga?

Happy Fajrian
Oleh Happy Fajrian - Muhamad Fajar Riyandanu
19 April 2022, 18:50
produksi batu bara cina, produksi gas cina, harga batu bara, harga energi
ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj.
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Sabtu (13/6/2020).

Cina mencetak rekor produksi batu bara dan gas alam yang berpotensi melonggarkan pasar dan menjinakkan lonjakan harga energi dunia. Di saat yang sama penguncian Covid-19 di negara tersebut melemahkan konsumsi dan impor energi yang turut menekan harga.

Tim analis Citigroup menilai ledakan produksi bahan bakar fosil oleh negara pengimpor energi terbesar dunia ini sangat dibutuhkan pasar energi. Dengan sebagian besar produsen dan eksportir utama telah pada kapasitas penuhnya, turunnya permintaan dari Cina bisa menjadi "game changer" atau pengubah permainan.

“Keinginan Cina untuk meninggalkan impor batu bara dengan meningkatkan produksi domestik akan menjadi risiko penurunan besar terhadap harga bahan bakar fosil dunia selama beberapa tahun ke depan,” tulis salah seorang analis Citigroup, Ed Morse, seperti dikutip Bloomberg, Selasa (19/4).

Dia menambahkan bahwa Cina bisa menjadi satu-satunya importir dengan produksi domestik yang cukup besar untuk meningkatkan pasokan energi tersedia secara global.

Produksi batu bara dan gas Cina melonjak setelah pemerintah pusat menekan perusahaan energi milik negara untuk meningkatkan aktivitasnya guna memastikan keamanan energi pasca kelangkaan parah pada tahun lalu sekaligus melindunginya dari lonjakan harga komoditas global.

Tercatat impor batu bara Cina turun 24% dan gas alam cair turun 11% selama tiga bulan pertama tahun ini berkat ledakan produksi ini.

Cina terkenal sebagai konsumen energi terbesar di dunia dengan kinerja produksi yang cukup besar. Negara ini memproduksi separuh dari batu bara dunia dan menduduki peringkat ke-4 dan ke-6 negara penghasil gas dan minyak terbesar. Simak databoks berikut:

Pertumbuhan produksi batu bara telah menjadi ambisi pemerintah Cina agar kelangkaan bahan bakar yang menyebabkan pemadaman listrik massal pada musim gugur tahun lalu tidak terulang.

Pada awal 2022, Cina menargetkan peningkatan kapasitas produksi batu bara sebesar 300 juta ton, atau setara dengan rata-rata volume yang diimpor setiap tahunnya. Produksi Maret melonjak 15% secara tahunan menjadi 395,79 juta ton.

Data dari Biro Statistik Nasional (NBS) pada pada hari Senin menunjukkan, produksi batu bara Cina setara dengan 12,77 juta ton per hari. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan capaian bulan Maret 2021 sejumlah 10,99 juta ton per hari dan 11,64 juta ton per hari untuk dua bulan pertama tahun 2022.

Halaman:
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...