Kominfo Imbau Masyarakat Tak Sebar Konten Terkait Kerusuhan 22 Mei

Kominfo dan Polri akan menelusuri dan mengidentifikasi akun yang menyebarkan konten negatif terkait aksi kekerasan dan kerusuhan 22 Mei.
Desy Setyowati
Oleh Desy Setyowati
22 Mei 2019, 13:41
Kominfo, Kerusuhan 22 Mei, KPU, Pilpres 2019, Pemilu, KPU, Bawaslu
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Kominfo mengimbau masyarakat tidak menyebarluaskan aksi kekerasan dan kerusuhan 22 Mei di Jakarta.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menemukan adanya konten yang memuat aksi kekerasan pada 22 Mei 2019 di Jakarta, yang beredar di media sosial maupun internet secara keseluruhan. Kementerian Kominfo mengimbau masyarakat untuk menghapus dan tidak menyebarluaskan konten terkait kerusuhan 22 Mei tersebut.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu menyampaikan, bukan hanya konten terkait kerusuhan 22 Mei saja yang beredar. Ada juga video lama yang memuat hoaks dan diberi narasi baru berisi ujaran kebencian.

Karena itu, ia meminta seluruh masyarakat untuk menghapus konten terkait kerusuhan 22 Mei tersebut. “Penyebaran konten berupa foto, gambar atau video dapat memberi oksigen bagi tujuan aksi kekerasan, yaitu membuat ketakutan di tengah masyarakat,” ujar dia dalam siaran pers, Rabu (22/5).

(Baca: Moeldoko: Di Luar Teroris, Ada Kelompok Tunggangi Kerusuhan Jakarta)

Ia menjelaskan, konten yang mengandung aksi kekerasan, hasutan yang provokatif serta ujaran kebencian berdasarkan suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA) merupakan konten yang melanggar ketentuan. Peraturan yang dimaksud adalah Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Hingga saat ini, Kementerian terus melakukan pemantauan dan pencarian situs, konten, serta akun dengan menggunakan mesin AIS.  Sebanyak 100 anggota verifikator juga memantau peredaran konten terkait kerusuhan 22 Mei ini.

Kementerian juga bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) guna meminimalkan peredaran konten terkait kerusuhan 22 Mei ini. Kedua instansi ini akan menelusuri dan mengidentifikasi akun yang menyebarkan konten negatif terkait aksi kekerasan dan hasutan yang bersifat provokatif.

(Baca: Moeldoko: Ada 3 Orang Aktor Penyelundup Senjata di Aksi 22 Mei)

Kementerian mendorong masyarakat untuk  melaporkan adanya konten terkait kekerasan dan kerusuhan 22 Mei melalui aduankonten.id atau akun twitter @aduankonten. Ferdinandus mengimau warganet untuk menyebarkan informasi atau pesan damai, serta menghindari penyebaran konten yang bisa menimbulkan ketakutan pada masyarakat.

Kepala Staf Presiden Moeldoko pun sempat mengatakan, bahwa aksi massa 21-22 Mei 2019 yang berujung kerusuhan telah ditunggangi oleh kelompok tertentu di luar teroris. Kelompok tersebut telah merencanakan penyerangan terhadap kepolisian, di antaranya mereka menyerang  Asrama Korps Brigade Mobil (Brimob) di Petamburan serta hendak menyerbu Markas Polsek Gambir.

Moeldoko tak menyampaikan identitas kelompok tersebut. Dia menyatakan masih berdiskusi dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto. Mereka masih berupaya membuat upaya pemetaan permasalahan agar memperoleh gambaran jelas.

(Baca: AHY Apresiasi Langkah Prabowo Lapor Keberatan Pemilu ke MK)

Video Pilihan

Artikel Terkait