Saingi IndoXXI hingga Netflix, GoPlay Andalkan Ekosistem Gojek

Streaming film diminati selama pandemi corona. GoPlay mengandalkan ekosistem Gojek untuk menggaet konsumen dan bersaing dengan Netflix hingga IndoXXI.
Image title
19 Juni 2020, 19:56
Saingi IndoXXI hingga Netflix, GoPlay Andalkan Ekosistem Gojek
Gojek
Ilustrasi layanan GoPlay

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

 

Streaming film menjadi salah satu alternatif hiburan bagi masyarakat di tengah pandemi corona. Untuk bisa menggaet konsumen dan bersaing dengan IndoXXI hingga Netflix, GoPlay mengandalkan ekosistem Gojek.

GoPlay gencar memberikan promosi dengan skema paket bunding atau menggabungkan produk. Ini dilakukan untuk menarik konsumen agar mau berlangganan.

Contohnya, paket GoFood dan GoPlay. “Jadi beli paket GoFood, bisa akses GoPlay," kata CEO GoPlay Edy Sulistyo saat mengikuti webinar Katadata bertajuk ‘Covid-19: Distruptor Atau Enabler Bisnis Startup?’, Jumat (19/6).

Kabar baiknya, pandemi virus corona meningkatkan minat menonton film di platform digital. Ini karena aktivitas masyarakat di luar rumah dibatasi dan mal, termasuk bioskop tidak beroperasi.

GoPlay pun mencatat, kunjungan ke platform meningkat 10 kali lipat selama pandemi Covid-19. (Baca: Saingi Netflix hingga IndoXXI, Anak Usaha Gojek Galang Pendanaan)

Meski begitu, Edy tak menampik bahwa sebagian masyarakat mengakses streaming film ilegal seperti IndoXXI, Lk21, dan layarkaca21. Namun, ada beberapa friksi atau hambatan yang dialami pengguna jika menggunakan situs web itu.

Hambatan yang dimaksud seperti waktu mengunduh yang lama atau kualitas video yang buruk. Edy optimistis, sebagian konsumen mencari pengalaman menonton yang menyenangkan.

“Video atau film di platform kami sudah high quality content. Mereka bisa mudah mendapatkan dari sisi harga juga terjangkau," kata Edy.

(Baca: Lawan IndoXXI hingga Lk21, Gojek Punya Tiga Strategi Lewat GoPlay)

Selain itu, GoPlay bersaing dengan raksasa VoD lain seperti Netflix. Namun Edy menilai bahwa banyaknya pemain di industri ini justru akan berdampak positif. “Kalau ada pemain lain seperti Netflix yang punya tujuan sama (memajukan film Indonesia), itu sangat baik bagi kami," ujarnya.

Lagi pula, berdasarkan data yang ia miliki, pemain di industri VoD seperti GoPlay dan Netflix tidak pernah menguasai ceruk pasar sendiri. Di Amerika Serikat (AS) misalnya, 70% konsumen berlangganan di dua layanan sekaligus.

Selain itu, GoPlay berfokus menyediakan film Indonesia. Walaupun, ada juga konten dari negara lain seperti drama Korea Selatan. "Masyarakat Indonesia yang awalnya jarang atau tidak pernah menonton film nasional, kini mulai menikmati," ujar Edy.

(Baca: Empat Bahaya Akses Situs Streaming Film Ilegal IndoXXI hingga Lk21)

Ia juga sempat mengatakan, bahwa perusahaan menggandeng berbagai pihak mulai dari pemerintah hingga swasta seperti Badan Perfilman Indonesia (BPI). Hal ini untuk mendorong masyarakat agar menonton film di platform yang legal.

Bulan ini, anak usaha Gojek itu juga mengumumkan penutupan putaran pendanaan independen pertamanya. Dana segar yang diperoleh akan digunakan untuk memperkuat teknologi.

Pendanaan tersebut dipimpin oleh ZWC Partners dan Golden Gate Ventures. Selain itu, diikuti oleh Openspace Ventures, Ideosource Entertainment, dan Redbadge Pacific.

(Baca: Hooq Tutup Layanan, Giliran iFlix Dikabarkan Akan Dijual)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait