Streaming Film Diminati Saat Corona, Netflix Buka Lowongan Kerja di RI

Netflix membuka lowongan pekerjaan untuk tujuh posisi di Indonesia. Penguatam tim dilakukan ketika streaming film kian diminati saat pandemi corona.
Image title
19 Juli 2021, 15:26
Streaming Film Diminati Saat Corona, Netflix Buka Lowongan Kerja di RI
123RF.com/Charnsit Ramyarupa
Logo Netflix

Streaming film menjadi alternatif hiburan selama beraktivitas di rumah saat pandemi corona. Di tengah peningkatan permintaan layanan, Netflix membuka lowongan kerja di Indonesia.

Perusahaan penyedia layanan video on-demand (VoD) itu membuka lowongan kerja untuk tujuh posisi. Pekerjaan yang dimaksud yakni photo & AV studio manager, publicity specialist, manager film & series marketing, coordinator post production, manager editorial & publishing, SEA counsel, serta manager post production.

Berdasarkan situs jobs.netflix.com, lowongan kerja itu tersedia untuk tim Indonesia. Nantinya, tim ditempatkan di kantor Netflix di Singapura.

"Tim ini akan membentuk, meningkatkan, dan mendukung kampanye pemasaran dan publisitas di Indonesia," demikian dikutip dari situs Netflix, Senin (19/7).

Advertisement

Tidak ada tenggat waktu atau batas pendaftaran lowongan pekerjaan tersebut. Dengan begitu, pelamar bisa memasukkan lamaran pekerjaan kapan saja hingga informasi tersebut dihapus oleh perusahaan.

Pada laman tersebut terdapat penjelasan tugas dan kriteria masing-masing posisi. Photo & AV studio Manager misalnya, bertanggung jawab memimpin strategi produksi serial, film, dokumenter, serial dokumenter hingga komedi spesial di Indonesia.

Sedangkan kriterianya yakni pengalaman lebih dari delapan tahun, mempunyai kreativitas tinggi dan kemampuan menggunakan software Adobe Suite termasuk Photoshop dan Premiere Pro. 

"Pelamar juga harus memahami industri dan memiliki relasi kuat pada industri fotografi dan video di Indonesia," demikian dikutip.

Lalu manager, film & series marketing bertanggung jawab mengembangkan strategi dan wawasan lokal untuk pasar Indonesia. "Posisi ini akan memimpin kampanye kreatif terbaik di kelasnya untuk berbagai judul dan mendorong pertumbuhan bisnis," demikian dikutip.

Kriterianya yakni memiliki tujuh tahun pengalaman di industri konten, fasih berbahasa Inggris dan Indonesia, memiliki pengetahuan mendalam tentang budaya pop Indonesia, dan lainnya.

Penguatan tim itu dilakukan oleh Netflix ketika streaming film kian diminati saat pandemi Covid-19. Statista mencatat, pendapatan VoD di Indonesia diproyeksikan US$ 304 juta atau Rp 4,3 triliun tahun lalu.

Tingkat pertumbuhan tahunan alias Compound Annual Growth Rate (CAGR) VoD 9,6% pada 2024. Sedangkan volume pasar diprediksi US$ 439 juta atau Rp 6,3 triliun.

Penetrasi pengguna VoD di Indonesia tumbuh 8,4% tahun lalu. Pertumbuhannya diproyeksikan mencapai 19,4% pada 2024, dengan pendapatan rata-rata per pengguna US$ 7,35 atau Rp 106 ribu.

Netflix bersaing dengan penyedia VoD skala global Disney+ Hotstar di Indonesia. Disney+ Hotstar menawarkan lebih dari 500 film dan 7.000 episode dari konten kreasi Disney, Pixar, Marvel, Star Wars, National Geographic, termasuk akses eksklusif ke Disney+ Originals, seperti The Mandalorian, serial live-action Star Wars pertama.

Disney+ Hotstar juga menghadirkan akses ke lebih dari 300 film Indonesia, termasuk beberapa dari 10 film Indonesia terlaris sepanjang masa, di antaranya Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1, Laskar Pelangi, Habibie & Ainun, Pengabdi Setan, dan Ayat-Ayat Cinta.

Meski begitu, Statista mencatat bahwa Netflix masih memimpin pasar VoD global. Pangsa pasar Netflix diprediksi 23% pada 2024. Sedangkan Amazon Prime Video 13%, Disney+ 8%, dan Apple TV 1%.

Netflix memiliki lebih dari 200 juta pelanggan berbayar secara global per tahun lalu. Untuk kawasan Asia-Pasifik, jumlahnya 20 juta. 

Perusahaan VoD yang bernaung di Amerika Serikat (AS) mengantongi pendapatan US$ 25 miliar atau setara Rp352,3 triliun tahun lalu. Nilainya meningkat 24% dibanding 2019.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait