Gojek dan Tokopedia Kebanjiran 4 Juta Mitra Baru saat Pandemi Corona

Gojek dan Tokopedia mencatatkan penambahan empat juta mitra baru, termasuk UMKM selama pandemi corona. Dua pelaku usaha mengatakan, gabungan keduanya menyelamatkan bisnis mereka.
Image title
12 November 2021, 17:45
gojek, tokopedia, goto, umkm, pandemi corona, usaha
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
Sejumlah mitra layanan ojek daring Gojek menunjukkan logo merger perusahaan Gojek dan Tokopedia yang beredar di media sosial di shelter penumpang Stasiun Kereta Api Sudirman, Jakarta, Jumat (28/5/2021).

Gojek dan Tokopedia mencatatkan penambahan empat juta mitra baru, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selama pandemi corona. Dua pelaku usaha mengatakan, kedua startup yang bergabung menjadi GoTo ini menyelamatkan bisnis mereka saat Covid-19.

Chief Corporate Affairs Grup GoTo Nila Marita mengatakan, ada 92% mitra Gojek yang mengatakan lebih cepat beradaptasi dengan pandemi melalui Gojek. Selain itu, tujuh dari 10 UMKM baru di Tokopedia mengalami peningkatan penjualan. 

"Ini karena banyak sekali inovasi yang kami berikan. Jadi naik penjualannya," kata Nila dalam acara virtual media briefing: Konferensi Nasional Maju Digital, pada Jumat (12/11). 

CoFounder sekaligus CEO Burgreens-Green Rebel Helga Angelina mengatakan, usahanya mengandalkan penjualan di tempat atau dine in sebelum ada pandemi corona. Namun, pendapatan anjlok 80% karena adanya pembatasan aktivitas di luar rumah.

Advertisement

Ia kemudian mengembangkan bisnis di ekosistem GoTo. Skema bisnis pun diubah menjadi lebih mengandalkan layanan online.

Setiap usaha kuliner buka cabang, terdapat layanan pesan-antar makanan atau food delivery dari GoFood. Usaha makanan sehat dari daging nabati itu juga mengembangkan makanan beku atau frozen food di GoFood dan Tokopedia.

Kemudian, Burgreens gencar mengikuti sejumlah promosi di ekosistem GoTo. "Perlahan penjualan lebih baik. Sampai hampir pulih, 75% dari sebelum pandemi," kata Helga.

Co-Founder Utama Spice Ria Templer juga sempat mengalami penurunan penjualan saat awal pandemi. Pengusaha aromaterapi ini kemudian mengandalkan penjualan lewat online.

Ia pun bisa mengurangi biaya operasional, seperti sewa toko. "Penjualan lewat online juga jauh lebih luas jangkauannya," katanya.

Awalnya, pembelian produk aromaterapi lebih banyak di Jakarta. Kini, ia bisa menjual ke Sumatera hingga Papua. 

Berdasarkan riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI), ekosistem Gojek dan GoTo Financial berkontribusi Rp 249 triliun atau setara 1,6% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia 2020.

Hasil riset itu mengacu pada data transaksi di ekosistem Gojek dan GoTo Financial. LD FEB UI juga melakukan survei kontribusi ekosistem keduanya kepada 47.218 responden yang terdiri dari mitra dan konsumen.

"Kami hitung dasarnya dampak dari keseluruhan ekosistem. Jadi hasilnya, kontribusi Gojek mencapai 1,6% terhadap PDB atau Rp 249 triliun tahun ini," kata Wakil Kepala LD FEB UI Paksi C.K. Walandouw saat konferensi pers virtual, akhir bulan lalu (21/10).

Kontribusi Gojek terhadap ekonomi Indonesia tahun ini diperkirakan meningkat, jika dibandingkan 2020 yang mencapai 1% terhadap PDB. Ini karena ekosistem Gojek dianggap mampu meningkatkan pendapatan mitra Rp 66 triliun pada 2021.

Peningkatan pendapatan paling besar dialami oleh mitra GoFood. Ada 66% mitra GoFood yang mencatatkan peningkatan pendapatan selama tahun ini.

Kenaikan itu terjadi karena GoFood dianggap mampu memberikan promosi, perluasan akses pasar, kemudahan pengelolaan operasional hingga pelatihan kewirausahaan kepada mitra.

Riset LD FEB UI juga mencatat, jumlah pengusaha pemula yang memanfaatkan GoFood meningkat 47% tahun ini.

Itu karena 4 dari 5 UMKM percaya bahwa GoFood mendorong pertumbuhan usaha. Lalu 3 dari 4 mitra UMKM juga menganggap biaya komisi GoFood sudah sesuai dengan manfaat yang didapatkan.

Riset LD FEB UI juga menunjukkan, konsumen Gojek loyal selama tahun ini. Sebanyak 90% responden dari konsumen mengatakan lebih sering menggunakan layanan GoFood pada 2021. Kemudian, 86% konsumen berencana tetap menggunakan layanan dari Gojek meskipun tanpa promosi.

"Ekosistem Gojek menjadi salah satu pilihan konsumen untuk tetap produktif. Mereka juga merasa aman menggunakan layanan dalam ekosistem ini," kata Peneliti LD FEB UI Alfindra Primaldhi.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait