Ketua MPR Sampaikan Duka Cita untuk 2 Korban Mahasiswa Kendari

Pernyataan itu disampaikan di sela pembukaan sidang akhir MPR periode 2014-2019.
Image title
Oleh Ekarina
27 September 2019, 14:29
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (tengah) didampingi Wakil Ketua MPR (dari kiri-kanan) Ahmad Muzani, Mahyudin, Hidayat Nur Wahid, Mahyudin, Oesman Sapta Odang, Ahmad Bazarah, dan Muhaimin Iskandar memimpin Sidang Paripurna MPR Akhir Masa Jabatan Periode 2014-2
ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (tengah) didampingi Wakil Ketua MPR (dari kiri-kanan) Ahmad Muzani, Mahyudin, Hidayat Nur Wahid, Mahyudin, Oesman Sapta Odang, Ahmad Bazarah, dan Muhaimin Iskandar memimpin Sidang Paripurna MPR Akhir Masa Jabatan Periode 2014-2019 di Gedung Nusantara Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (29/7/2019).

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menyampaikan duka cita atas meninggalnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari dalam aksi demonstrasi di depan DPRD Sulawesi Tenggara, Kamis (26/9). Pernyataan itu disampaikan di sela pembukaan sidang akhir MPR periode 2014-2019. 

"Izinkan kami, pimpinan dan anggota MPR menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya adik-adik mahasiswa," ujarnya di Komplek Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (27/9).

Menurut Zulkifli, tak hanya dirinya dan anggota MPR, tragedi tersebut juga menjadi  duka seluruh bangsa Indonesia. Dia berharap tidak terjadi lagi, peristiwa yang tidak diharapkan tersebut.

(Baca: Demonstrasi di Kendari Berakhir Ricuh, Satu Mahasiswa Meninggal)

"Kita tentu mengapresiasi adik-adik mahasiswa, adik-adik pelajar yang menyampaikan aspirasinya. Tapi kita juga minta tidak anarkis. Kita percaya pemerintahan Presidan Jokowi dan DPR akan merespons secara positif apa yang disampaikan adik-adik kita itu," katanya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyatakan telah menyampaikan pesan kepada Ketua DPR Bambang Soesatyo agar menunda pengesahan RUU kontroversial guna meredam kegaduhan di ruang publik.

DPR pada rapat paripurna Rabu (25/9), menurutnya sudah menunda persetujuan pengesahan empat RUU untuk merespons positif aspirasi dari mahasiswa dan publik.

(Baca: BEM SI Tolak Temui Jokowi, Menhan Justru Klaim Bertemu 70 Mahasiswa)

Di sisi lain, dia pun mengaku prihatin pada banyaknya petugas Kepolisian yang cedera saat menjaga aksi demo. "Kita harapkan, adik-adik masaiswa dan polisi dapat sama-sama menahan diri untuk tidak melakukan tindakan kekerasan," katanya.

Korban aksi unjuk rasa di Kendari, Sulawesi Tenggara, menolak revisi undang undang kontroversi bertambah menjadi dua orang.

Mahasiswa Universitas Halu Oleo yang meninggal tersebut adalah Yusuf Kardawi (19 tahun) dan Himawan Randi (21 tahun).

Plt Direktur RSU Bahteramas dr Sjarif Subijakto di Kendari mengatakan Muh Yusuf Kardawi yang menjalani perawatan intensif pasca dioperasi di RSU Bahteramas Kendari, Sultra meninggal dunia Jumat dinihari sekitar pukul 04:00 Wita.

Yusuf merupakan mahasiswa jurusan Teknik D-3 Universitas Halu Oleo (UHO) . Sedangkan korban meninggal dunia sebelumnya, adalah Himawan Randi (21) juga berstatus mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan UHO.

Korban Yusuf adalah pasien rujukan dari RS Ismoyo Korem 143/Haluoleo harus menerima tindakan operasi karena cedera serius saat aksi unjukrasa di gedung DPRD Sultra. Sedangkan Himawan Randi, meninggal dunia sehari sebelumnya, pada saat berunjukrasa dengan luka tembakan di dada kanan. 

 

Reporter: Antara
Editor: Ekarina

Video Pilihan

Artikel Terkait