Visi-misi Serupa, Faisal Basri Prediksi Debat Capres Kedua Tak Menarik

Dimas Jarot Bayu
15 Februari 2019, 09:32
Debat Capres I 2019
Arief Kamaludin | Katadata
Ketua KPU Arief Budiman (tengah) bersama pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) bersiap mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.

Ekonom Universitas Indonesia Faisal Basri memprediksi jalannya debat Capres 2019 putaran kedua antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto tak akan berjalan menarik. Sebab, keduanya dinilai tidak memiliki gagasan baru dalam menyelesaikan masalah di tema energi, pangan, lingkungan, sumber daya alam (SDA) dan infrastruktur.

Faisal menilai kedua calon presiden itu memiliki gagasan yang mirip. Ini terlihat dari visi-misi keduanya yang telah diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Rasanya enggak (ada kebijakan terobosan). Kalau dilihat dari visi-misinya sama," kata Faisal di Nifarro Park, Jakarta, Kamis (14/2).

(Baca: Debat Capres Kedua, Jokowi dan Prabowo Diprediksi Punya Fokus Beda)

Faisal memperkirakan Jokowi dalam debat kedua akan lebih fokus bertahan. Petahana akan banyak menyampaikan capaian-capaiannya saat memerintah selama ini. Kalaupun ada perbaikan kebijakan, Faisal menilai hal tersebut tak signifikan.

Sementara, Prabowo diprediksi hanya akan banyak mengkritik kegagalan Jokowi selama memerintah. "Yang satu melihat celah-celahnya tanpa ada pemikiran baru," kata Faisal.

Pendiri lembaga survei Kedai KOPI, Hendri Satrio memiliki pandangan berbeda. Hendri menilai debat kedua akan lebih menarik karena Jokowi dan Prabowo diprediksi tampil otentik.

(Baca: DBS: Jokowi Unggul tapi Isu Ekonomi Bisa Persempit Elektabilitas)

Sebab, debat yang akan diselenggarakan pada 17 Februari 2019 tersebut berlangsung tanpa menggunakan kisi-kisi pertanyaan. Ini berbeda dengan debat putaran pertama yang mana Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberikan bocoran jawaban kepada para kandidat.

"Kita bisa melihat calon-calon yang lebih otentik, yang lebih asli. Kemarin kan dapat kisi-kisi," kata Pendiri lembaga survei Kedai KOPI, Hendri Satrio di Jakarta, Rabu (13/2).

Menurut Hendri, otentisitas dari para calon presiden ini akan terlihat dalam substansi jawaban mereka terkait tema debat. Dalam debat kedua, tema-tema yang diangkat adalah yakni pangan, energi, lingkungan, sumber daya alam (SDA), dan infrastruktur.

Otentisitas itu akan terlihat ketika para calon presiden tak mampu menjawab pertanyaan debat. "Pura-pura tahu itu salah juga. Kalau jawab enggak tahu, cara jawab enggak tahu itu juga menurut saya perlu tepat," kata Hendri.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati menilai debat akan menarik jika dilakukan secara substantif. Hal ini dapat dilakukan Jokowi dan Prabowo dengan menjelaskan langkah penyelesaian berbagai masalah yang ada.

Dengan demikian, Jokowi tidak sekadar memaparkan capaiannya di berbagai bidang selama memerintah. Sementara, Prabowo tidak hanya mengkritik kinerja pemerintah.

"Yang masyarakat butuhkan sekarang adalah apa yang akan mereka lakukan selama lima tahun ke depan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang masih tersisa," kata Enny.

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait