Investor Menanti Data Neraca Dagang, IHSG Diramal Variatif

Investor akan melihat dampak virus corona terhadap data neraca perdagangan.
Image title
15 April 2020, 07:01
Investor Menanti Data Neraca Dagang, IHSG Diramal Variatif .
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
Seorang pengunjung sedang mengamati layar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (12/3/2020). IHSG diperkirakan bergerak variatif hari ini, karena banyak investor menanti rilis data neraca perdagangan dalam negeri dan dampak Covid-19.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (15/4), diprediksi bergerak bervariasi oleh beberapa analis. Sentimen penggerak IHSG hari ini diperkiran datang dari rilis data ekonomi, khususnya neraca dagang Indonesia serta penyebaran Covid-19 di dalam negeri. 

Pada perdagangan kemarin, indeks ditutup menguat 1,78% ke level 4.706,49.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mengatakan, penyebaran virus corona masih akan membayangi pergerakkan IHSG. "Investor akan melihat dampak virus corona terhadap data neraca perdagangan. Sehingga, indeks diperkirakan akan bergerak terbatas," ujar Dennies dalam risetnya.

(Baca: IHSG Ditutup Menguat 1,79% Berkat Cuitan Trump Terkait Produksi Minyak)

Advertisement

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan neraca perdagangan, perkembangan ekspor impor dan data upah pekerja Maret 2020. Pengumuman itu akan disampaikan pada pukul 11.00 WIB.

Oleh karena itu, Dennies memperkirakan, IHSG hari ini akan melemah secara teknikal dengan level support antara 4.651 hingga 4.597. Sedangkan area resistance , indeks berpeluang berada di rentang 4.761 hingga 4.733.

Beberapa saham dia rekomendasikan pada perdagangan hari ini di antaranya PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Waskita Karya Tbk (WSKT).

Pendapat senada juga diungkap Analis Panin Sekuritas William Hartanto. Menurutnya, IHSG hari ini berpotensi bergerak mixed cenderung melemah di kisaran 4.603 sampai 4.811. Proyeksi IHSG tersebut diperkirakan akan bertahan hingga akhir pekan ini.

(Baca: IHSG Sesi I Naik 0,45% Meski Asing Lepas Saham Jelang Pengumuman BI)

Salah satu sentimen yang menekan indeks hari ini dikarenakan investor asing masih mencatatkan net sell. Kemarin, asing tercatat melakukan penjualan dengan nilai bersih Rp 439,45 miliar di seluruh pasar.

"Kondisi seperti ini belum mencerminkan iklim investasi yang baik. Oleh karena itu, investor disarankan untuk melakukan perdagangan jangka pendek," kata William.

Beberapa saham yang dia rekomendasikan untuk dicermati investor pada perdagangan hari ini, di antaranya PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Berbeda dengan dua analis sebelumnya, Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi memprediksi IHSG hari ini akan menguat. Berdasarkan analisisnya, secara teknikal IHSG berpeluang menguat di support dan resistance 4.590 hingga 4.830.

(Baca: Penurunan IHSG Diprediksi Berlanjut Jelang Pengumuman Bunga Acuan BI)

Menurutnya, investor terus memantau perkembangan pandemi corona di Indonesia. Krisis kesehatan itu juga diperkiaran bakal berdampak pada kinerja emiten, terlebih menjelang rilis laporan keuangan triwulan I 2020.

"Sentimen dari Amerika Serikat, bank-bank akan mulai melaporkan laba kuartal pertama, mengiringi data penjualan ritel AS yang kemungkinan longsor cukup dalam," kata Lanjar.

Adapun saham-saham yang masih dapat dicermati secara teknikal diantaranya PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP).

Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama juga memperkirakan IHSG bergerak menguat secara teknikal. "Mengindikasikan adanya penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance," katanya.

Nafan memprediksi, area resistance pertama maupun kedua indeks hari ini akan berada di level 4.747 hingga 4.975. Sementara di area support pertama maupun kedua di level 4.569 hingga 4.443.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain: PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). 

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait