Perang Dagang Memanas, IHSG Sesi Pertama Ditutup Turun 0,29%

Pergerakan IHSG dalam beberapa hari ke depan diprediksi akan terpengaruh oleh banyak sentimen, seperti situasi perang dagang.
Image title
Oleh Ihya Ulum Aldin
23 September 2019, 13:35
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bakal terpengaruh banyak sentimen, salah satunya perang dagang.
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari ke depan diprediksi bakal terpengaruh banyak sentimen, salah satunya perang dagang.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama perdagangan Senin (23/9) ditutup di zona merah dengan terkoreksi 0,29% di level 6.213,3. Koreksi ini diikuti oleh investor asing yang melakukan jual bersih senilai Rp 327,19 miliar di pasar saham.

Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam risetnya mengatakan pergerakan IHSG dalam beberapa hari ke depan diprediksi akan terpengaruh oleh banyak sentimen, seperti situasi perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok yang kembali memanas.

(Baca: Pasar Modal Ditinggal Investor Asing, IHSG Tutup Pekan Turun 0,21%)

Hubungan kedua negara dengan perekonomian terbesar dunia itu kembali bergolak setelah delegasi Tiongkok membatalkan kunjungannya ke daerah peternakan di AS dari yang sebelumnya direncakan. Pembatalan itu merupakan respons Negeri Panda lantaran satu jam sebelumnya Presiden AS Donald Trump kembali sesumbar tidak tertarik membuat kesepakatan parsial dengan Tiongkok.

"Padahal kami melihat seberapa pun kecilnya kesepakatan yang dapat terjadi antara Amerika dan Tiongkok, dapat memberikan angin segar bagi pasar global. Namun, tampaknya ego masih menjadi pemisah di antara keduanya," kata Nico dalam keterangannya. 

Data Perdagangan 

Pada perdagangan sesi pertama hari ini mencatat volume perdagangan sebanyak 10,65 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp 4,04 triliun serta frekuensi 264.158 kali.

Berdasarkan pantauan, tercatat ada 151 sham yang berada di zona hijau, 219 saham yang terkoreksi, dan 154 saham yang stagnan.

Terkoreksinya saham salam negeri pada sesi pertama didorong oleh penurunan indeks sektor industri dasar sebesar 1,22%.

(Baca: IHSG Hari Ini Diprediksi Naik, Saham Tambang Masuk Rekomendasi)

Saham-saham yang menjadi penyebab terkoreksinya indeks yakni saham milik emiten pakan ternak yakni PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dengan penurunan 3,16% menjadi Rp 1.525 per saham, diikuti saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) turun 2,39% jadi Rp 5.100 per saham.  Sedangkan saham milik PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) juga melemah 1,75% menjadi Rp 12.625 per saham.

Terkoreksinya IHSG juga dialami oleh indeks saham sektor properti dengan angka penurunan 1,15%. Anjloknya saham sektor properti antara lain dialami saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk  (WSKT) dengan penurunan 2,12% jadi Rp 1.615 per saham. Kemudian PT Wijaya Karya (persero) Tbk (WIKA) turun 2,17% jadi Rp 1.985/saham dan saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA) turun 3,11% menjadi Rp 1.090 per saham.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Ekarina

Video Pilihan

Artikel Terkait