Kasus Baru Virus Corona Bertambah 81 Orang, Paling Banyak di Jakarta

Total kasus baru virus corona di Jakarta pada Sabtu (21/3) mencapai 44 orang. Di posisi kedua ditempati Jawa Barat dengan 14 kasus baru.
Dimas Jarot Bayu
21 Maret 2020, 16:22
virus corona
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.
Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto (kanan) memberikan keterangan terkait penanganan virus corona di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Yurianto mengatakan ada 81 kasus baru positif virus corona. Berdasarkan data, mayoritas kasus baru tersebut terjadi di DKI Jakarta.

Pemerintah menyatakan ada 81 kasus baru positif virus corona dengan total pasien di Indonesia mencapai 450 orang per hari ini, Sabtu (21/3). Penambahan kasus baru paling banyak berasal dari DKI Jakarta.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, ada 44 kasus baru positif virus corona di ibu kota negara. Lalu, penambahan terbanyak kedua berasal dari Jawa Barat sebanyak 14 kasus.

Posisi ketiga ditempati Jawa Timur dengan 11 kasus baru. Kemudian, empat kasus baru dari Banten dan masing-masing dua kasus baru positif virus corona di Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan.

Selain itu, ada satu kasus baru corona di Yogyakarta. Sisanya, tiga kasus positif corona yang masih diinvestigasi.

Pemerintah juga mengumumkan empat pasien yang telah dinyatakan sembuh dari corona. "Sehingga jumlah kasus yang sudah dua kali dinyatakan negatif, secara klinis membaik, dan sudah dinyatakan sembuh sebanyak 20 orang," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Sabtu (21/3).

(Baca: Pasien Positif Virus Corona Menjadi 450 Kasus, Meninggal 38 Orang)

Yurianto menambahan, ada peningkatan enam penderita corona yang dinyatakan meninggal dunia. Jumlah tersebut lebih rendah satu kasus dibandingkan kemarin sebanyak tujuh orang. Alhasil, jumlah korban tewas akibat virus tersebut hingga hari ini sebanyak 38 orang.

Yurianto mengatakan, data ini telah diberikan kepada Dinas Kesehatan Provinsi. Data penambahan jumlah kasus ini juga telah disampaikan kepada rumah sakit yang merawat pasien positif corona.

Selain itu, data tersebut telah diberikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota. "Untuk digunakan melacak penyebaran. Dari tracing akan kita lengkapi dengan rapid test. Ini semua untuk memastikan pelacakan dengan dengan baik," kata Yurianto.

Advertisement

(Baca: Satu Orang WNA Positif Virus Corona Meninggal di Bali)

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait