Lebih dari 134 Ribu Orang Terinfeksi Virus Corona di Seluruh Dunia

Sebanyak 4.990 orang meninggal akibat virus corona, mayoritas berada di Tiongkok.
Image title
13 Maret 2020, 12:27
virus corona
ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Kyung-Hoon/foc/dj
Ilustrasi, sejumlah prajurit menyemprotkan desinfektan di dalam komplek apartemen yang sedang diisolasi setelah laporan infeksi massal penyakit virus corona (COVID-19) di Daegu, Korea Selatan, Senin (9/3/2020). Reuters melaporkan lebih dari 127 ribu orang terinfeksi virus corona di seluruh dunia.

Pasar global tergelincir sejak wabah virus corona meluas dari Tiongkok hingga ke seluruh dunia. Dilansir dari worldometers.com pukul 15.15 WIB, jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 134.919 kasus. 

Sedangkan jumlah korban meninggal akibat virus corona sebanyak 4.990 jiwa. Namun, pasien yang berhasil sembuh dari virus tersebut mencapai 70.396 orang.

Berdasarkan data Reuters, sejumlah negara di Benua Eropa melaporkan kasus pertama kematian akibat virus corona. Salah satunya, Polandia, yang saat ini mencatat 47 kasus positif virus corona di negara tersebut.

Pemerintah Yunani juga melaporkan kasus kematian pertama pasien virus corona. Pasien tersebut berusia 66 tahun yang kembali dari perjalanan ziarah agama di Israil dan Mesir pada akhir Februari 2020.

Advertisement

Dari Italia, jumlah kematian akibat virus corona tembus 1.000 jiwa. Sedangkan total pasien terinfeksi naik menjadi 15.113 orang seiring dampak ekonomi yang semakin buruk.

Kasus terinfeksi virus corona di Inggris juga naik 29% menjadi lebih dari 590 kasus dalam 24 jam. Sebanyak 10 orang telah tewas akibat virus tersebut.

Sedangkan jumlah kematian di Perancis meningkat tajam dari 48 orang pada Rabu (11/3) menjadi 61 orang saat ini. Negara tersebut menutup semua sekolah dan kampus sejak awal pekan ini.

Hal serupa juga dilakukan Turki yang menutup sekolah dan universitas selama tiga pekan mulai dari 16 Maret dan acara olahraga akan diadakan tanpa penonton hingga akhir April 2020.

Pemerintah Austria juga menutup sekolah mulai pekan depan hingga April 2020. Selain itu, pemerintah Austria melarang pendatang dari Italia dan penyelenggaraan acara di ruang tertutup dengan lebih dari 100 orang. 

(Baca: Khawatir Virus Corona, Grand Prix Australia Dibatalkan)

Dari Benua Amerika, Presiden Donald Trump menginstruksikan pelarangan perjalanan dari Eropa ke Negara Paman Sam selama 30 hari untuk mengurangi penyebaran pandemi virus corona.

Sedangkan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan istrinya, Sophie, memutuskan karantina mandiri. Sebab, hasil tes istri sang perdana menteri menunjukkan positif terinfeksi virus coronaq.

Selain itu, PM Kanada juga meliburkan sekolah di Ontario untuk mengurangi penyebaran wabah COvid-19. Negara tersebut melaporkan 138 kasus infeksi virus corona.

Untuk Benua Asia, pemerintah Provinsi Hubei Tiongkok menyatakan pekerja transportasi dan pabrik kebutuhan medis dan bahan makanan bisa kembali bekerja bersama dengan beberapa industri yang mempengaruhi rantai pasokan nasional dan global.

Sedangkan Jepang melaporkan total kasus infeksi mencapai 1.278 kasus termasuk 696 orang dari kapal pesiar dan 14 orang yang kembali dari Tiongkok. Satu kasus baru infeksi dilaporkan pada Rabu dengan total kematian mencapai 19 jiwa.

Kasus di Korea Selatan juga terus meningkat. Baru-baru ini, Negeri Gingseng tersebut melaporkan 114 kasus baru dengan total 7.869 kasus. Sedangkan jumlah kematian mencapai 66 jiwa. Di sisi lain, Thai melaporkan 11 kasus baru dengan total 70 kasus.

Dari Timur Tengah dan Afrika, Iran melaporkan pada Kamis (12/3) terdapat 75 kasus kematian akibat virus corona dalam 24 jam. Hal itu membuat jumlah kematian di Iran menjadi 429 orang, terburuk di antara negara Timur Tengah.

Sedangkan pemerintah Afrika Selatan pada hari kemarin melaporkan kasus virus coronan pertama. Penyebaran kasus tersebut berasal dari penularan lokal.

Untuk Benua Australia, pemerintah setempat menyatakan bakal menggelontorkan 17,6 miliar dolar Australia atau setara US$ 11,4 miliar untuk mencegah dampak ekonomi dari wabah virus corona.

(Baca: Istri Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau Positif Virus Corona)

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait